Kapolda Jatim Sumbang 2.055 Kitab Suci Berbagai Agama di Banyuwangi
- Humas Polda Jatim
Banyuwangi, VIVA Jatim-Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) Inspektur Jenderal Polisi Nanang Avianto membagikan 2.055 kitab suci berbagai agama di Banyuwangi.
Ribuan kitab suci tersebut diberikan secara simbolis saat kegiatan Bakti Sosial Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di halaman Mapolresta Banyuwangi, Senin, 15 Juni 2026, siang tadi.
Adapun ribuan kitab suci yang dibagikan, terdiri dari 2.040 Al Quran, lima buah injil, lima buah Weda dan lima kitab Tripitaka. Kitab-kitab ini dibagikan kepada masyarakat, tempat ibadah, serta lembaga pendidikan keagamaan di wilayah Banyuwangi.
Nanang mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerukunan umat beragama sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Bumi Blambangan.
Menurutnya, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi momentum refleksi pengabdian Polri, tetapi juga sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata.
"Polri yang Presisi harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata. Melalui bakti sosial ini, kami ingin memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendukung pembinaan kehidupan beragama di tengah masyarakat," ujar Nanang dalam sambutannya.
Dia menegaskan, penguatan kamtibmas tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan membangun nilai-nilai moral, spiritual, dan toleransi antarumat beragama dengan bentuk memberikan ribuan kitab suci berbagai agama.
"Ketika masyarakat memiliki pemahaman agama yang baik, akan tumbuh sikap saling menghormati, kepedulian sosial, serta kesadaran bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan," lanjutnya.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan program Jogo Jatim yang terus digelorakan Polda Jatim untuk menjaga Jawa Timur tetap aman, damai, dan kondusif.
Melalui kegiatan bakti sosial tersebut, pihaknya berharap dapat memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus meningkatkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas kamtibmas khususnya di Banyuwangi serta di Jawa Timur.
"Dengan pondasi keagamaan yang kuat, kita dapat memperkuat persatuan, mencegah potensi perpecahan, serta merawat kebhinekaan yang menjadi kekuatan bangsa," tutup Kapolda Jatim memungkasi.