Unitomo Gandeng Kampus Jepang, Buka Peluang Kuliah dan Karier Global bagi Mahasiswa
- Rachmad Fahrizal Tito
Surabaya, VIVA Jatim-Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) terus memperluas jejaring internasionalnya. Melalui Program Studi Sastra Jepang, FIPS Unitomo resmi menjalin kemitraan strategis dengan License Academy Jepang untuk membuka akses pendidikan dan karier global bagi mahasiswa.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation of Agreement (IoA) di sela pembukaan pameran pendidikan internasional Japan Education Fair 2026.
Kerja sama ini diharapkan dapat mempermudah generasi muda Indonesia yang ingin melanjutkan studi maupun mengembangkan karier di Jepang.
Suasana pembukaan acara pun berlangsung meriah. Tidak hanya diisi dengan seremoni penandatanganan kerja sama, kegiatan tersebut juga menghadirkan pertunjukan budaya yang mempertemukan Indonesia dan Jepang.
Titien Sensei bersama tim memperkenalkan alat musik tradisional angklung kepada delegasi dari License Academy Jepang. Menariknya, para tamu dari Negeri Sakura turut mencoba memainkan alat musik bambu tersebut bersama mahasiswa Unitomo.
Momen ini menjadi simbol pertukaran budaya dua arah yang memperkuat hubungan akademik sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di tingkat internasional.
Kepala Program Studi Sastra Jepang Unitomo, Rahardian, yang mewakili Dekan FIPS Unitomo, menyampaikan optimismenya terhadap dampak jangka panjang dari kolaborasi tersebut.
"Kerja sama konkret melalui MoA dan IoA bersama License Academy ini bukan sekadar hitam di atas putih. Ini adalah komitmen besar yang membuka pintu bagi mahasiswa kami untuk meraih pendidikan berstandar global di Jepang," ujarnya.
Menurutnya, penampilan angklung dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa internasionalisasi pendidikan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal.
"Hadirnya penampilan angklung hari ini menjadi bukti bahwa kita bergerak dalam pertukaran budaya dua arah. Kita menyerap ilmu global tanpa kehilangan identitas lokal," katanya.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terlihat dari ratusan pengunjung yang memadati area pameran. Mereka terdiri dari pelajar, mahasiswa, hingga orang tua yang memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai peluang studi di Jepang.
Berbagai informasi terkait beasiswa, syarat pendaftaran, hingga tips beradaptasi di Jepang menjadi topik yang paling banyak diminati pengunjung.