Menteri PPPA Apresiasi Gresik Pertahankan Predikat KLA Kategori Nindya
- Istimewa
Gresik, VIVA Jatim-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Gresik atas keberhasilannya mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya serta membangun sinergi dengan dunia industri dalam upaya perlindungan perempuan dan anak.
Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Wisma Kebomas milik PT Petrokimia Gresik. Kunjungan itu menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor industri dalam mewujudkan lingkungan yang ramah perempuan dan anak.
Kedatangan Menteri PPPA disambut langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta manajemen PT Petrokimia Gresik.
Dalam sambutannya, Menteri Arifatul menilai capaian Gresik sebagai bukti nyata komitmen daerah dalam menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Selain mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak kategori Nindya, Gresik juga mencatat prestasi nasional dengan menempati peringkat ketiga dalam Indeks Perlindungan Anak (IPA) dan Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA), sekaligus menjadi yang terbaik di Jawa Timur.
“Gresik saat ini berada di peringkat ketiga tingkat nasional untuk Indeks Perlindungan Anak dan menjadi yang terbaik di Provinsi Jawa Timur. Ini luar biasa dan mudah-mudahan dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan,” ujarnya.
Menteri Arifatul menyebut, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan di Kabupaten Gresik telah menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas utama.
Selain capaian indeks perlindungan anak, Menteri PPPA juga mengapresiasi berbagai program yang menyasar kelompok rentan, khususnya perempuan pekerja. Salah satunya melalui keberadaan Tempat Penitipan Anak (TPA) Masmundari yang memberikan layanan pengasuhan bagi anak-anak dari keluarga pekerja rentan perempuan, termasuk pengemudi ojek online dan pekerja harian.
Ia menilai fasilitas tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap perempuan yang harus tetap produktif bekerja tanpa mengabaikan hak anak untuk mendapatkan pengasuhan yang layak.
“Belum semua pimpinan daerah memiliki komitmen terhadap hal-hal seperti ini. Karena itu saya memberikan apresiasi kepada Bupati Gresik dan mudah-mudahan upaya ini dapat terus berkelanjutan,” katanya.