Kemnaker-Sampoerna Perkuat Hubungan Industrial Berbasis Pancasila
- A Toriq A
Surabaya, VIVA Jatim-Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama PT HM Sampoerna Tbk memperkuat kolaborasi dalam membangun Hubungan Industrial Pancasila melalui kegiatan Sinergi Pilar Bangsa: Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila di Plant Rungkut 1, Surabaya, Selasa 30 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk berbagi praktik hubungan industrial yang harmonis sekaligus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program upskilling, reskilling, dan pelatihan kewirausahaan bagi pencari kerja maupun pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli mengatakan kegiatan tersebut menjadi contoh sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja dalam membangun hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.
Menurutnya, Hubungan Industrial Pancasila menempatkan pekerja dan pengusaha sebagai mitra yang saling membutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri.
"Acara seperti ini penting menjadi contoh bagi dunia industri tentang bagaimana sinergi antara pemerintah, industri, dan pekerja dibangun secara kuat," ujar Menaker.
Yassierli mengapresiasi langkah Sampoerna yang menghadirkan program peningkatan keterampilan bagi pekerja dan pencari kerja. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah menyiapkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.
Ia menambahkan, Kemnaker terus mendorong hubungan industrial yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan aturan, tetapi juga mampu menciptakan kolaborasi yang berdampak bagi ketahanan industri nasional.
"Pada level transformatif, perusahaan dan pekerja memiliki visi yang lebih luas untuk bersama-sama membangun ketahanan industri dan memperkuat Indonesia," jelasnya.
Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurnia turut mengapresiasi kontribusi Sampoerna dalam menjaga industri padat karya, khususnya dengan tetap membuka kesempatan kerja bagi perempuan.
"Tidak banyak tempat kerja yang masih memberi kesempatan kepada perempuan usia di atas 50 tahun untuk tetap bekerja. Sampoerna memberi ruang itu," katanya.
Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Rianto Probo Hartono, mengatakan hubungan industrial yang baik dibangun melalui kepercayaan, dialog, dan kolaborasi yang berkelanjutan.
"Pengalaman kami menunjukkan bahwa membangun usaha bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai dijalankan secara konsisten dalam setiap proses," ujarnya.
Rianto menegaskan pihaknya akan terus mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan dan kewirausahaan.