Forum Peduli Gresik Minta Warung Pangku Ditutup, DPRD Siapkan Langkah Pengawasan

Audiensi Forum Peduli Gresik dengan DPRD Gresik.
Sumber :
  • Tofan Bram Kumara

Gresik, VIVA Jatim-Forum Peduli Gresik (FPG) mendesak Pemerintah Kabupaten Gresik dan DPRD untuk mengambil langkah tegas dalam menertibkan warung pangku, peredaran minuman keras (miras), serta penyalahgunaan narkoba yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.

img_title Khawatir Ganggu Aktivitas Sekolah, Petugas Damkar Evakuasi Anjing Liar

Aspirasi tersebut disampaikan dalam audiensi bersama pimpinan DPRD Gresik di Gedung DPRD. Audiensi yang dihadiri tokoh masyarakat, ulama, dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam itu diterima langsung Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir.

Dalam pertemuan tersebut, Forum Peduli Gresik menilai maraknya warung pangku, miras, dan narkoba berpotensi mengikis identitas Gresik sebagai Kota Santri di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri.

img_title 400 Talenta Muda Soekarno Cup 2026 Siap Warisi Api Perjuangan

Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir mengakui pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam pengawasan perizinan usaha.

Menurutnya, meski regulasi daerah telah membatasi peredaran minuman beralkohol dan mengatur tata ruang, sistem perizinan berbasis Online Single Submission (OSS) dari pemerintah pusat kerap menjadi celah munculnya usaha yang memicu penolakan masyarakat.

img_title Menko Muhaimin Iskandar Apresiasi Efektivitas Pemberdayaan PNM di Gresik

"Di daerah kami sudah berupaya memperketat regulasi dan meminimalkan potensi pelanggaran. Namun ketika proses perizinan melalui sistem OSS dan seluruh persyaratan administratif dinyatakan memenuhi, izin dapat terbit karena usahanya dikategorikan berisiko rendah. Kondisi inilah yang kemudian memunculkan persoalan di lapangan ketika masyarakat merasa keberadaan usaha tersebut bertentangan dengan norma yang berlaku," ujarnya, Selasa, 28 Juli 2026.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Syahrul Munir memastikan DPRD Gresik akan segera memanggil organisasi perangkat daerah terkait serta para pengelola usaha yang menjadi sorotan masyarakat.

Ia menambahkan, DPRD akan memperkuat fungsi pengawasan bersama pemerintah daerah agar penegakan aturan berjalan konsisten, sehingga ketenteraman masyarakat tetap terjaga sekaligus mempertahankan identitas Gresik sebagai Kota Santri.

"Dalam pekan ini kami akan mengundang seluruh pihak terkait, termasuk pengelola warung yang menjadi perhatian masyarakat. Jika dalam evaluasi ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, DPRD akan merekomendasikan penutupan sesuai mekanisme hukum yang berlaku," terangnya.

Sementara itu, perwakilan Forum Peduli Gresik, Habib Hasan Assegaf, meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan laporan masyarakat, tetapi juga meningkatkan pengawasan langsung terhadap tempat hiburan malam dan warung remang-remang yang dinilai meresahkan.

Halaman Selanjutnya
img_title