Kebakaran Pabrik Mie di Ngoro Mojokerto, Api Membesar hingga Ruang Produksi
- M. Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim-Kebakaran terjadi di pabrik milik CV. Mulya Agung Sentosa yang berada di Dusun Glatik, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Selasa, 18 Agustus 2026 pagi. Kebakaran diketahui sekitar pukul 05.15 WIB dan api kemudian menjalar hingga ke ruang produksi mie.
Kapolsek Ngoro Kompol Heru Purwandi mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas keamanan perusahaan yang melihat kepulan asap dari bagian dalam pabrik.
“Setelah dilakukan pengecekan, diketahui terdapat api yang membakar tumpukan kayu di bagian boiler. Saksi kemudian menghubungi Polsek Ngoro dan petugas pemadam kebakaran,” kata Heru Purwandi.
Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB. Namun, proses pemadaman sempat mengalami kendala karena akses menuju bagian boiler dalam kondisi terkunci. Kondisi tersebut membuat petugas kesulitan menjangkau titik api.
Api kemudian dengan cepat merambat ke ruang produksi mie. Kobaran api semakin membesar akibat angin kencang. Petugas juga harus berhati-hati karena di dalam ruang produksi terdapat tangki gas yang digunakan untuk pembakaran boiler.
“Karena di dalam ruang produksi terdapat tangki gas perusahaan yang digunakan untuk pembakaran boiler, petugas masih melakukan koordinasi dan upaya pemadaman dengan memperhatikan faktor keselamatan,” jelasnya.
Dalam upaya pemadaman, dikerahkan 7 unit mobil pemadam kabakaran dan 1 water cannon Brimob. Selain petugas pemadam, proses penanganan juga melibatkan anggota Polsek Ngoro, anggota Koramil Ngoro, dan karyawan perusahaan.
Hingga pukul 11.30 WIB, api belum padam. Petugas masih melakukan upaya pemadaman. Polisi juga telah mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian serta meminta keterangan sejumlah saksi. Dua petugas keamanan perusahaan, yakni Darsi (47) dan Hafid (35), menjadi saksi dalam kejadian tersebut.
“Belum padam. Saat ini sudah 7 Damkar dan 1 Water Canon Brimob yan ada di lokasi,” ujar Heru.
Heru menambahkan, belum dapat dipastikan nilai kerugian akibat kebakaran tersebut. Penyebab pasti kebakaran juga masih dalam proses penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.
“Untuk kerugian material saat ini masih belum dapat ditentukan,” pungkasnya.