10 Eks Napiter Terima Modal Usaha dari Baznas Jatim di Hari Kemerdekaan
- Achmad Faizal.
Surabaya, VIVA Jatim-Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan modal usaha kepada 10 warga binaan eks-narapidana terorisme (eks-napiter) di Kota Surabaya. Bantuan ini dalam rangka HUR RI ke-81.
Pemberian modal usaha tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung proses deradikalisasi dan memperkuat kemandirian ekonomi setelah menjalani pembinaan pemerintah.
Masing-masing penerima mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp2,5 juta. Bantuan yang merupakan bagian dari kemanfaatan zakat, infak, dan sedekah tersebut diserahkan oleh Ketua BAZNAS Jatim HM Ghofirin bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur Edy Supriyanto, di sela-sela upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin, 17 Agustus 2026.
Para penerima merupakan warga Surabaya yang telah mendapatkan pembinaan dari pemerintah. Kolaborasi BAZNAS Jatim dan Bakesbangpol Jawa Timur tersebut tidak hanya diarahkan pada aspek pembinaan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi melalui dukungan modal usaha agar para penerima memiliki kesempatan membangun kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ketua BAZNAS Jatim HM Ghofirin mengatakan, zakat, infak, dan sedekah memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat yang lebih luas apabila disalurkan melalui program pemberdayaan. Bantuan modal usaha tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi menjadi pijakan bagi penerima untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan penghasilan.
“Semangat kemerdekaan adalah semangat untuk bangkit dan mandiri. Kemanfaatan zakat, infak, dan sedekah harus bisa dirasakan dalam bentuk yang nyata, termasuk melalui pemberdayaan ekonomi. Kami berharap bantuan ini menjadi awal bagi para penerima untuk mengembangkan usaha dan membangun kehidupan yang lebih baik,” ujar Ghofirin.
Menurut Ghofirin, sinergi dengan Bakesbangpol Jawa Timur menjadi bagian penting dalam memperkuat proses pemberdayaan warga binaan. Pembinaan yang telah dilakukan pemerintah dapat dilanjutkan dengan dukungan ekonomi sehingga para penerima memiliki ruang untuk tumbuh, produktif, dan semakin mandiri di tengah masyarakat.
“Kami mengapresiasi kolaborasi dengan Bakesbangpol Jawa Timur. Proses pembinaan akan semakin kuat ketika dibarengi dengan pemberdayaan. Kami ingin para penerima tidak hanya mendapatkan perhatian, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mandiri secara ekonomi dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan,” katanya.