Program PASTI Perkuat Komitmen Keberlanjutan Pencegahan Stunting di Kabupaten Ngawi

Penyerahan Silabus Program PASTI kepada Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono oleh Kepala Cabang Bank BCA KCU Madiun Jemmy Filemon.
Sumber :
  • Istimewa

Ngawi, VIVA Jatim-Program Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia (PASTI) mengakhiri masa implementasi di Kabupaten Ngawi melalui kegiatan Diseminasi Hasil dan Pembelajaran Program PASTI.

img_title KH Anwar Zahid Selamat Usai Kecelakaan di Bojonegoro

Mengusung tema “Melanjutkan Langkah, Menguatkan Dampak, untuk Keberlanjutan Upaya Pencegahan Stunting”, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengumumkan capaian, pembelajaran, dan praktik baik yang telah dikembangkan bersama pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam melanjutkan upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.

Program PASTI merupakan kemitraan antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui inisiatif Bakti BCA. Program ini diimplementasikan oleh Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI) sebagai implementor utama, bersama Yayasan Cipta sebagai sub-implementor di Jawa Timur.

img_title KH Anwar Zahid Kecelakaan di Bojonegoro, Sopir Trailer Diperiksa Polisi

Program PASTI berfokus pada tiga pendekatan utama, yaitu meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan dan gizi berbasis masyarakat, mendorong praktik gizi yang baik pada remaja dan calon pengantin, serta memperkuat kapasitas kelembagaan dan tata kelola kolaboratif.

Selama masa implementasi, Program PASTI telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Ngawi, pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, kader, relawan, serta masyarakat dalam mengembangkan berbagai intervensi berbasis masyarakat. Program PASTI juga berhasil menjangkau 2.782 orang dewasa, 808 remaja usia 15-19 tahun, dan 485 baduta (bayi bawah dua tahun) yang tersebar di 29 desa dan kelurahan di Kabupaten Ngawi.

img_title PLN Jatim Tambah Lagi 6 SPKLU, 5 di Tol Solo - Ngawi

Menurut Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, mengatakan selain keterbatasan infrastruktur yang umumnya terjadi di kawasan pedesaan, kesalahan pola asuh juga menjadi akar perkara stunting di Kabupaten Ngawi. Oleh sebab itu, Ony mengapresiasi Program PASTI yang telah memberikan wawasan mengenai pola asuh, serta membantu Pemkab melalui berbagai intervensi, khususnya terkait praktik gizi baik.

"Harapannya, silabus yang telah diserahkan kepada kami nantinya dapat kami praktikkan demi keberlanjutan usaha penurunan stunting, dan untuk menyongsong Kabupaten Ngawi zero stunting," ujar Ony dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 18 Agustus 2026.

Sejak tahun 2025 sampai dengan 2026, Program PASTI berhasil mengintervensi 83,9 persen (407 dari 485) baduta yang berisiko stunting dengan status gizi menjadi normal berdasarkan berat badan/umur melalui intervensi Pos Gizi DASHAT.

Halaman Selanjutnya
img_title