Viral Soal Stroller, Panitia Ajang Lari Surabaya ISOPLUS Minta Maaf

Pertemuan pihak ISOPLUS dengan Nikmah.
Sumber :
  • Instagram @isoplus7ion

Surabaya, VIVA Jatim – Panitia Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 bersama Race Management menyampaikan permohonan maaf kepada Nikmah Rafik, peserta yang sebelumnya menyoroti dugaan ketidakadilan penerapan aturan stroller dalam ajang lari.

img_title Viral, Panitia Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Diduga Tak Adil Soal Aturan Stroller

Permintaan maaf disampaikan setelah panitia bertemu dan berdialog langsung dengan Nikmah. Pertemuan itu dilakukan sebagai bagian dari evaluasi setelah polemik mengenai penggunaan stroller ramai hingga menjadi perbincangan di media sosial.

"Kemarin kami telah bertemu dan berbicara secara langsung dengan Ibu Nikmah Rafik. Kami mendengarkan pengalaman Ibu dan memahami ketidaknyamanan yang Ibu alami. Dengan tulus, kami menyampaikan permohonan maaf atas hal tersebut," demikian pernyataan resmi Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 yang disampaikan melalui akun Instagram resmi @isoplus7ion, dikutip VIVA Jatim, Rabu, 7 Oktober 2026.

img_title Ekonomi Surabaya Berputar Rp74,78 Miliar dari Ajang Lari ISOPLUS Marathon 2026

Dalam unggahan tersebut, panitia juga menyampaikan terima kasih kepada Nikmah yang telah meluangkan waktu untuk bertemu dan berdialog. Menurut panitia, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk saling memahami persoalan yang terjadi.

"Kami berterima kasih kepada Ibu Nikmah Rafik yang telah meluangkan waktu untuk bertemu dan berdialog bersama kami. Kami menghargai kesempatan untuk saling memahami," lanjut pernyataan tersebut.

img_title Hari Minggu, Jalan di Kawasan Balai Kota Surabaya Tutup 10 Jam

Sebelumnya, Nikmah Rafik menyampaikan keluhan melalui akun Threads @nikmahrafik. Ia mengaku dilarang mengikuti lomba dengan menggunakan stroller, meski sebelumnya telah meminta izin saat mengambil BIB (nomor dada).

Lomba tersebut berlangsung di Kawasan Balai Kota Surabaya pada Minggu, 4 Oktober 2026 lalu.

Dalam unggahannya, Nikmah juga mempertanyakan perbedaan perlakuan setelah melihat peserta lain yang disebut tetap diperbolehkan mengikuti lomba sambil mendorong stroller hingga finis.

Akibat stroller miliknya disita di garis start, Nikmah mengaku harus menggendong anaknya sepanjang rute. Ia menyebut kondisi tersebut membuatnya kewalahan, terutama ketika memasuki satu kilometer terakhir.

Polemik tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet dan memunculkan sorotan terhadap konsistensi panitia dalam menerapkan aturan bagi peserta yang membawa stroller.

Menanggapi persoalan itu, panitia menyatakan kejadian tersebut menjadi pembelajaran penting. Evaluasi akan dilakukan untuk mencegah persoalan serupa kembali terjadi dalam penyelenggaraan berikutnya.

"Kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi kami semua. Kami akan melakukan evaluasi dan memastikan hal serupa tidak terjadi di masa yang akan datang," tulis panitia.