Ngeluh Gatal, Siswi SD Gresik Korban Colok Mata Dibawa ke Klinik Surabaya

Siswi SD Gresik korban colok mata
Sumber :
  • Viva Jatim/Mokhamad Dofir

Surabaya, VIVA Jatim – SAH (8), siswi Sekolah Dasar Menganti Gresik, korban colok mata pakai sunduk pentol hingga buta mengeluh gatal pada indera penglihatannya. Ia pun dibawa ke klinik mata Surabaya Eye Clinic (SEC) Jalan Jemursari, untuk berobat.

img_title Keseruan Lomba Momen Kemerdekaan di Polres Blitar, Pererat Soliditas Antar Anggota

Bersama keluarga, korban mendatangi klinik mata SEC dengan didampingi tim kuasa hukum. Korban bersama keluarga tiba di klinik sekitar pukul 11.00 WIB, siang tadi. Sedangkan kuasa hukum tiba setelah salat Jumat pukul 13.30 WIB.

"Namanya anak-anak kan, bola matanya terasa gatal. Keluarga korban ini melapor ke kita, tim kemudian berinisiatif memeriksakan ke ahlinya," ujar Abdul Malik, kuasa hukum korban di hadapan awak media, Jumat 22 September 2023.

img_title Hari Terakhir, KPK Periksa 29 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab

Di klinik SEC, korban menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui penyebab gatal pada mata. Namun hingga berita ini ditulis, hasil pemeriksaan tenaga medis belum juga terbit.

Sebelum menjalani pemeriksaan di klinik mata SEC Surabaya. SAH sempat diperiksa oleh tim medis dari sejumlah layanan kesehatan. Mulai dari Puskesmas setempat, RSUD Ibnu Sina, PHC Surabaya hingga RSUD dr Soetomo.

img_title Begini Kata EKs Dirjen Banpenta usai DIpanggil KPK Kasus Peras TKA

Abdul Malik mengatakan, diagnosa mata kanan korban, yang sempat ditusuk sunduk pentol, disebutkan mengalami lesi.

"Itu hasil lab Rumah Sakit Dokter Soetomo tanggal 30 Agustus 2023," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, siswi kelas 2 SD Menganti berinisial SAH di mengalami buta permanen usai matanya ditusuk menggunakan sunduk pentol oleh kakak kelasnya.

Peristiwa itu terjadi pada 7 Agustus 2023. Kejadian ini bermula saat saat sekolah tersebut tengah mengadakan lomba Agustusan dalam rangka memperingati HUT RI ke-78.

Keluarga korban sempat bersitegang dengan pihak sekolah setelah keluarga korban mencoba menanyakan pelaku dan ingin melihat rekaman CCTV di sekolah tersebut untuk mengetahui dugaan tindakan kekerasan.

Kasus pun melenggang ke kepolisian dan saat ini telah memasuki tahap penyidikan. Sedangkan barang bukti kamera CCTV masih pendalaman oleh petugas Laboratorium Forensik Polda Jatim.