Relawan Ungkap Kebrutalan Israel: Penuh Jeritan hingga Ambulans Dibom

Bang Onim, Relawan Indonesia untuk Palestina
Sumber :
  • Viva

Jakarta, VIVA Jatim – Tindakan mengerikan yang dillakukan tenaga medis di rumah sakit Gaza bukan lagi menjadi rahasia. Pasalnya, banyak warga sipil yang melakukan operasi tanpa obat bius terlebih dahulu.

img_title Polda Jatim Ungkap 1.870 Kasus Narkoba, Obat Bius Ikut Disita

Dampak terhadap fasilitas medis tersebut merupakan akibat dari serangan Israel ke jalur Gaza sejak tanggal 7 Oktober 2023 silam. Banyak warga sipil yang terluka dan terhambatnya rumah sakit dalam mendapat pasokan medis.

Pemandangan mengerikan tersebut diceritak oleh Bang Onim, salah seorang relawan dari Indonesia yang sempat bermukim di Gaza selama belasan tahun.

img_title Sidak ke Sidoarjo, Wamenkes Sebut 66 Kabupaten di Indonesia Belum Punya Rumah Sakit

“Yang cedera itu sudah lebih dari 27.000 orang. Jadi di rumah sakit nih bang Ded, di dalam rumah sakit sudah tidak ada listrik dan ruangan sesudah dari kamar operasi,” kata Bang Onim saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Deddy Corbuzier. 

“Tim medis yang ada di Gaza sudah kebingungan kita mau ngapain nih. Mau melakukan operasi tidak punya alat untuk pembiusan. Jadi, tangan putus dan kaki putus, dijait gak pake obat bius. Setelah penjahitan selesai, gak dikasih obat,” cerita Bang Onim.

img_title RS Premier Surabaya Berkomitmen Terus Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan kepada Pasien

Bang Onim lebih lanjut menceritakan bagaimana kebrutalan Israel dalam menyerang warga sipil palestina. Ia mengatakan bahwa seharusnya dalam peperangan itu terjadi antara militer dan militer, bukan menyerang warga sipil. Selain itu, fasilitas umum harus dilindungi, seperti sekolah dan rumah sakit. 

Namun, ia meyakini bahwa hal tersebut dilakukan Israel untuk memutus penerus warga Palestina di Gaza.  

“Setelah dioperasi, dibom rumah sakitnya dan ini kan harusnya saat terjadi peperangan kan warga sipil dilindungi, fasilitas vital ini rumah sakit dan sekolah harus dilindungi. Jadi pihak penjajah melakukan pembunuhan itu dengan merudal kompleks atau rumah,” ungkapnya. 

Israel tak henti-hentinya melakukan serangan terhadap warga sipil di Jalur Gaza. Menurut Bang Onim, mereka bahkan terus menghujani bom baik itu pertahanan sipil maupun tim medis. Mereka bahkan kerap menyerang rumah sakit agar tidak ada yang berobat.  

“Setelah meninggal warga tersebut, pertahanan sipil datang untuk membantu mencari korban, terus dibom Israel dan yang meninggal pertahanan sipil. Datang lagi tim medis untuk evakuasi, di bom lagi, tim medis meninggal di situ,” papar Bang Onim.

Halaman Selanjutnya
img_title