Gerak Cepat Pemkot Surabaya Target Imunisasi Tuntas dalam Sehari

Pemkot Surabaya Target Imunisasi Tuntas dalam Sehari
Sumber :
  • Nur Faishal/ Viva Jatim

Surabaya, VIVA Jatim-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat melakukan penanganan Polio dan imunisasi serentak pada 15 Januari 2024 mendatang. 

img_title Eri Cahyadi Jelaskan Alasan Ganti 13 Kepala Dinas Surabaya dalam Satu Tahun

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mulai menyusun strategi bersama jajaran Kepala Perangkat Daerah (PD), Lurah, Camat, hingga Kepala Puskesmas. 

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, pelaksanaan imunisasi Polio ini bakal dilakukan di sekolah-sekolah, mulai dari SD, PAUD, hingga Balai RW. 

img_title Ganti 13 Kepala Dinas dalam Setahun, Wali Kota Eri : Gagal Penuhi Target

“Polio ini kalau terlambat, akan lumpuh selamanya, tidak bisa disembuhkan. Karena itu, saya minta kepada teman-teman (jajaran PD, lurah, hingga camat) kalau bisa sedino mari (sehari selesai),” kata Wali Kota Eri usai memberikan pengarahan di Graha Sawunggaling, Selasa 9 Januari 2024. 

Wali Kota Eri mengaku khawatir, jika penyakit Polio tidak ditangani cepat dan baik, bisa berakibat fatal bagi anak- anak di Kota Surabaya. Sebab, penyakit ini bisa menginfeksi anak secara tiba-tiba. Maka dari itu dia ingin, imunisasi ini bisa tuntas dalam sehari. 

img_title Wali Kota Eri Ubah Pendekatan Bantuan Rutilahu, Kondisi Warga tak Cukup Dinilai dari Desil

Imunisasi Polio ini ditujukan kepada anak usia 0-7 tahun atau 7 tahun 11 bulan 29 hari. Pemkot Surabaya menargetkan, dalam sehari ada 200.000 lebih anak yang akan diimunisasi Polio pada 15 Januari 2024 mendatang. 

“Ini harus cepat, jangan sampai kita terlambat ada yang kena Polio itu. Ini rodok medeni (agak menakutkan) penyakit yang langka juga, terjadi tiba-tiba,” ujarnya. 

Cak Eri Cahyadi sapaan akrabnya menegaskan, sebisa mungkin proses imunisasi pada pekan mendatang sehari tuntas. Agar prosesnya cepat, Cak Eri membentuk tiga tim. Tim pertama, bergerak ke sekolah-sekolah SD, tim kedua berjalan di sekolah PAUD, sedangkan tim yang ketiga akan berjalan di Balai RW khusus untuk anak yang belum sekolah. 

“Satu hari selesai, maksimal dua hari. Nanti yang tidak sekolah nanti dikumpulkan oleh camat-camat dan lurah untuk diarahkan ke Balai RW. Jadi kita langsung hantam, karena saya khawatir betul, ingin sudah dari kemarin (dilaksanakan) tapi vaksinnya baru datang tanggal 15 Januari,” tegas Cak Eri. 

Agar proses imunisasi berjalan maksimal, Cak Eri meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina untuk mendata nama anak-anak usia 0-7 tahun 11 bulan 29 hari di Kota Surabaya. Setelah didata, kemudian nama-nama itu dimasukkan ke dalam sebuah aplikasi untuk memudahkan proses imunisasi. 

Halaman Selanjutnya
img_title