DPRD Gresik Minta Anggaran Damkar Diperkuat, Soroti Respons Time 59 Menit

Petugas Damkar Saat Melakukan Pemadaman Kebakaran Rumah.
Sumber :
  • Imron Saputra

​“Makanya perlu diatur seideal mungkin dalam perubahan perda baru. Jangkauan respon harus lebih dekat. Kalau perlu satu pos untuk satu atau dua kecamatan supaya pelayanan lebih maksimal,” kata Kurdi. ​

Di sisi lain, kebutuhan jenis kendaraan operasional juga disesuaikan dengan kondisi geografis lapangan. DPRD mengusulkan pengadaan dua unit mobil pemadam berkapasitas besar serta dua unit kendaraan roda tiga jenis Tossa. Kendaraan roda tiga ini dinilai sangat efektif untuk menerobos gang-gang sempit permukiman warga yang sukar dilalui truk pemadam berukuran jumbo.

​Dalam proses finalisasi Perubahan APBD 2026, Wakil Ketua DPRD Gresik Wongso Negoro memastikan pembahasan bersama jajaran Damkar telah dilakukan secara intensif. “Fokus pada pengadaan mobil pemadam dan kendaraan Tossa. Kebutuhan sarana pemadaman, penyelamatan, serta perlengkapan pendukung masuk dalam perhatian legislative,” katanya. ​

Masalah keselamatan personel turut menjadi perhatian serius yang harus segera dirampungkan. Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkarla Gresik, Sulyono, blak-blakan mengungkapkan kondisi riil sarana dan prasarana yang masih minim, bahkan baju tahan panas belum bisa dialokasikan satu set per petugas sehingga terpaksa dipakai bergantian.

​“Sarana dan prasarana kita memang masih banyak yang kurang, di antaranya sepatu khusus, APD tahan panas, hingga selang pemadam. Banyak juga yang kondisinya sudah rusak. Baju APD saat meka saat ini belum ideal satu orang dapat satu setel, sehingga sebagian personel terpaksa memakainya secara bergantian,” ungkap Sulyono. ​

Menjawab persoalan krusial tersebut, tambahan anggaran sekitar Rp500 juta akhirnya disetujui dalam Perubahan APBD 2026 khusus untuk pengadaan APD dan sarana penunjang keselamatan. Langkah ini diambil karena petugas di lapangan secara langsung berhadapan dengan risiko ekstrem, mulai dari paparan panas, asap pekat, bahan berbahaya, hingga ancaman reruntuhan bangunan. ​

Risiko tinggi yang mengintai petugas bukanlah gertak sambal semata; baru-baru ini seorang personel Damkarla menderita luka bakar saat memadamkan kebakaran limbah plastik di Desa Sooko, Kecamatan Wringinanom. Insiden pada akhir Oktober 2026 itu terjadi akibat korban terperosok ke dalam tumpukan material yang menyimpan bara api hidup di bagian bawahnya, meski permukaan luar tampak sudah tertangani. ​