Patuh saat Operasi Patuh

Ilustrasi lampu lalu lintas
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim – Kepolisian RI (Polri) menggelar Operasi Patuh serentak di seluruh Indonesia selama dua pekan ke depan, dimulai pada Senin, 14 Juli 2025. Beberapa pelanggaran yang jadi sasaran operasi disosialisasikan oleh Polri dan jajaran, baik melalui media mainstream maupun media sosial. Karena itu masyarakat diimbau patuh saat berkendara.

img_title Survei ARCI: Elektabilitas Demokrat di Jatim Naik Setahun Terakhir

Di Jawa Timur, operasi rutin tahunan itu diberi nama Operasi Patuh Semeru. Dimulainya operasi ditandai dengan apel kesiapan di Lapangan Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) di Surabaya pada Senin pagi. Kepala Polda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Nanang Avianto yang memimpin apel. sejumlah pejabat utama, baik dari polda, TNI, Dishub, Satpol PP, dan Jasa Harja juga hadir.

Apel Operasi Patuh Semeru 2025 di Markas Polda Jatim.

Photo :
  • Istimewa

img_title Eks Dirintelkam Polda Jatim Dekananto Kini Berpangkat Irjen, Pernah Bongkar 686 Tugu Silat

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Iwan Saktiadi mengatakan, ada 440 personel polda diterjunkan dalam operasi ini. Mereka tersebar di daerah-daerah, terbagi dalam sub satuan tugas. Pola operasi yang mereka terapkan ialah preemtif, preventif, dan represif. Pendekatan terakhir dilakukan bagi pelanggar yang memang harus ditindak.

Ada delapan pelanggaran yang jadi sasaran utama operasi, baik pelanggaran dilakukan pengendara kendaraan bermotor roda dua, roda empat, maupun lebih. Pelanggaran yang disasar ialah pengendara di bawah umur;  pengendara sepeda motor membonceng penumpang lebih dari satu orang; dan mengemudi sambil menggunakan telepon genggam atau HP.

img_title Cegah Karhutla, Polda Jatim Ancam Tindak Tegas Pembakar Hutan dan Lahan

Pelanggaran lainnya yang disasar yaitu pengendara mobil tak menggunakan sabuk pengaman. “Kemudian [mengemudi dalam] pengaruh alkohol, pengemudi tidak menggunakan helm, pengendara melebihi batas kecepatan, dan berkendara dengan melawan arus,” kata Iwan usai apel.

Delapan pelanggaran itu jadi sasaran utama karena dinilai kerap menjadi sebab terjadinya kecelakaan di jalan raya. Itu sesuai tujuan Operasi Patuh Semeru, yakni menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Karena sudah disosialisasikan secara luas, tentu banyak pengendara yang sudah bersiap-siap untuk tidak melanggar. Kendati begitu pelanggaran tetap banyak ditemukan. Karena itu, diharapkan Operasi Patuh kali ini tidak hanya semata program tahunan yang menghasilkan angka pelanggaran, penindakan, dan nominal denda tilang yang dikumpulkan sebagai pendapatan negara.

Halaman Selanjutnya
img_title