Ingat Anak Istri

Ilustrasi keluarga bahagia.
Sumber :
  • Istimewa

Secara psikologis, teman politikus itu kena imbasnya meski tak ikut melakukan praktik lancung tersebut. Satu waktu, cerita dia, si politikus akan melaksanakan tugas rutin paginya mengantar anaknya ke sekolah. Biasanya, setelah mengantar anak ke sekolah ia langsung berangkat ke gedung dewan tempat dia bertugas.

img_title Sugiri Sancoko Bupati Ponorogo Nonaktif Divonis 6,5 Tahun Penjara

Ia keluarkan mobil operasional partainya dari garasi. Namanya mobil operasional partai, tentu logo partai terpasang hampir memenuhi mobil tersebut. Begitu hendak berangkat, anaknya tak mau masuk ke dalam mobil. Ia merengek agar naik mobil ayahnya sendiri. Teman politikus itu mengalah.

“Anak saya bilang malu takut dibilang anaknya koruptor,” cerita si politikus itu.

img_title Sudah Digunakan Ratusan Siswa MPLS, Waskita Karya Pastikan Keamanan Bangunan Sekolah Rakyat di Tuban

Dari sikap anaknya itu, si teman politikus selalu berhati-hati dalam melaksanakan tugas sebagai anggota DPRD. Ia selalu ingat rengekan anaknya yang takut dibully teman-temannya sebagai anaknya koruptor. Anaknya jadi sebagai pengawas sehingga ia betul-betul berupaya keras menjaga amanah sebagai wakil rakyat.

Dampak moral terhadap keluarga tidak hanya berlaku di tindakan korupsi oleh tikus berdasi. Juga di dunia kriminal lainnya. Cobalah sekali-kali berkunjung ke Pengadilan Negeri Surabaya. Siang menjelang Zuhur, orang-orang datang, juga dengan anak-anak mereka. Mereka menunggu mobil tahanan Kejaksaan dari Rutan Medaeng datang membawa terdakwa untuk disidang.

img_title KPK Sita Ratusan Hektare Sawah Milik Tersangka Korupsi Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Begitu mobil tahanan tiba, mereka merapat. Menanti anggota keluarga mereka yang tengah jadi pesakitan. Ada anak usia balita yang diserahkan ibunya ke suaminya yang berbaris bersama tahanan lain untuk digiring ke rutan sementara pengadilan. 

Tangan kiri mereka diborgol bergandengan satu sama lain. Hanya tangan kanan mereka yang bisa dibuat merangkul istri atau anggota keluarganya, atau menggendong anak balitanya. Kesempatan emas melepas rindu itu tak sampai lima menit. Begitu sampai di pintu rutan pengadilan, cengkrama harus dilepas.

Begitulah gambaran pelaku tindak pidana bila apes dan terungkap. Yang susah bukan hanya dirinya sendiri, tapi merembet ke seluruh anggota keluarganya. Ke anak dan istrinya. Si pelaku pidana mungkin kuat merasakan pengap dan dinginnya penjara. Tapi istri dan anaknya mana kuat merasakan mental dan pikirannya dipenjara.

Halaman Selanjutnya
img_title