Tembakan Salvo dan Sosok Pilot Helikopter PK-CFX yang Gugur Kecelakaan di Kalimantan
- Ahaddiini HM
Sidoarjo, VIVA Jatim-Duka mendalam menyelimuti pemakaman Mayor Laut (Purn) Marindra Wibowo, pilot helikopter PK-CFX yang gugur dalam kecelakaan di Bukit Puntak, Sekadau, Kalimantan Barat. Almarhum dilepas dengan upacara militer penuh di Makam Warga TNI Angkatan Laut Juanda Desa Gebang Sedati, Sidoarjo pada Sabtu, 18 April 2026 sebagai penghormatan tertinggi atas dedikasi dan jasa-jasanya kepada negara.
Helikopter Airbus H130 yang ditumpangi almarhum mengalami musibah pada Kamis, 16 April 2026. Marindra mengembuskan napas terakhir pukul 22.00 WIB di tengah tugas. Ia meninggalkan istri, Serma APM/W Rena Purnama Dewi, serta tiga putra yang kini harus merelakan kepergiannya.
Inspektur upacara, Letnan Kolonel Laut Dokter Hadi Priyono, menyampaikan belasungkawa mendalam mewakili keluarga besar TNI AL dan dunia penerbangan.
"Semoga arwah almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," ujarnya di sela prosesi persemayaman.
Di mata rekan sejawat, Marindra dikenang sebagai pribadi hangat dan ringan tangan. Rochyani, sesama pilot di Wing Air yang juga kakak tingkat almarhum, menyebut sosoknya supel dan setia kawan.
"Orangnya asyik dan sangat suka menolong. Beliau sering menjemput kalau kita mau bertemu, dan mengajak kumpul santai sore hari di Puri Surya," kenangnya.
Rochyani mengenal Marindra sejak masa pendidikan penerbangan di Yogyakarta. Baginya, almarhum bukan hanya adik tingkat, tetapi sahabat yang tumbuh bersama dalam dunia dirgantara.
"Sejak sekolah sudah tahu beliau seperti apa, orangnya sangat baik. Keluarganya juga banyak yang berkecimpung di dunia penerbangan, ada yang menjadi pilot dan navigator," tambahnya.
Lahir di Tuban pada 20 Maret 1982, Marindra menempuh S1 Manajemen Universitas Yos Sudarso dengan latar belakang militer yang kuat. Jam terbangnya tinggi dan penugasannya luas, termasuk di berbagai wilayah Kalimantan. Nama Marindra pun disegani di kalangan profesional penerbangan berkat kompetensi dan dedikasinya.
Pengabdian almarhum terekam dalam sederet tanda jasa Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun, Satya Lencana Dharma Nusa, serta penghormatan sebagai Veteran Perdamaian Republik Indonesia. Setiap penghargaan menjadi bukti komitmennya menjaga langit Nusantara.