Penalti So

Ilustrasi bola di kotak penalti.
Sumber :
  • VIVA.co.id

Tentu saja suami-istri muda itu takut bukan kepalang. Mereka khawatir So marah. Ternyata di luar dugaan mereka. Dengan santai So membawa Carry-nya lalu dipermak lagi. “Biasa, orang belajar pasti ada salahnya,” katanya menirukan ucapannya kepada putri dan menantunya itu.

img_title Mayapada Hospital Jadi Mitra Medis Persebaya Tingkatkan Performa Pemain

Anak kedua So masih remaja. Sekarang masih belajar di sebuah pondok pesantren tahfidz di Sumenep. Dia berencana memindahkan anaknya itu ke Pondok Pesantren Sukorejo, Situbondo, setelah masuk tingkat Aliyah nanti. Sementara anak ketiganya masih kecil.

Ternyata hati So tak seseram badan dan tampangnya. Hatinya lembut dan penyayang. Contohnya pada keluarganya itu. Dia juga lelaki bertanggung jawab. Ia tak memanfaatkan bongsor tubuh dan tampang garangnya untuk menghidupi diri dan keluarganya dengan cara kriminal. Ia memilih jalan halal dan keterampilan otodidaknya di bidang otomotif.

img_title Awasi Pekerjaan Proyek Stadion GDJ, Mas Dhito Minta Kontraktor Komitmen

Hanya sekali-kali saja So memasang sikap keras dan garang. Itu terpaksa ia lakukan jika merasa diperlakukan tidak adil. Satu waktu di tahun berlalu, So bercerita terpaksa meminjam uang ke sebuah bank untuk membeli mobil L300 seken. Mobil itu ia butuhkan karena pekerjaan utamanya memang sopir. Setiap hari ia menyisihkan sebagian uang hasil nyopir¬-nya lalu ditabung di rekening bank tempat ia kredit untuk bayar cicilan sekitar Rp1,5 juta. 

Karena kegigihannya bekerja ia mampu menabung Rp50 ribu setiap hari hingga terkumpul sebesar angka angsurannya setiap bulan. Setahun kemudian, So tiba-tiba ditelepon pihak bank. Katanya dia sudah menunggak selama 12 kali alias setahun. Tentu saja So kaget campur emosi. Bagaimana bisa uang yang dia masukkan ke rekening untuk angsuran tidak tercatat sebagai pembayaran? Padahal, setiap tanggal jatuh tempo uang di rekeningnya otomatis tersedot untuk angsuran. 

img_title Munas Alim Ulama-Konbes NU akan Digelar di Ponpes Al-Falah Ploso Kediri

Ia lalu mendatangi bank. Menanyakan kenapa bisa menunggak setahun padahal ia terus memasukkan duit ke rekening paling tidak sesuai besaran angsuran. Pihak bank menjelaskan di sistem tidak pernah tercatat menerima uang pembayaran kredit. So lalu meminta agar buku rekeningnya dicetak. Nah, di situ jelas tercatat uang-uang yang masuk, juga yang keluar.

Halaman Selanjutnya
img_title