Ironis, Irjen Teddy Jadi Tersangka di Hari Lahir Jenderal Hoegeng

Kapolri Jenderal Hoegeng
Kapolri Jenderal Hoegeng
Sumber :
  • Buku autobiografi 'Hoegeng, Polisi: Idaman dan Kenyataan'/Pustaka Sinar Harapan/Viva.co.id

Jatim – Penetapan Irjen Teddy Minahasa sebagai tersangka jual beli narkoba sungguh membuat miris hati publik, apalagi dilakukan saat dia menjadi Kapolda Sumbar. Bikin miris lagi karena saat penetapan tersangka diumumkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jumat, 14 Oktober 2022, bertepatan dengan hari lahir Jenderal Hoegeng Imam Santoso, Kapolri yang disebut Gus Dur sebagai polisi jujur. Ironis!

Dikutip dari berbagai sumber, Jenderal Hoegeng lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, pada 14 Oktober 1921. Iya putra dari pasangan Soekarjo Karjo Hatmojo dan Oemi Kalsoem. Ayahnya adalah seorang jaksa di Pekalongan. Hoegeng tertarik menjadi polisi karena terpengaruh teman ayahnya yang menjadi kepala kepolisian di kampung halamannya, Ating Natadikusumah.

Hoegeng menjalani pendidikan dasar hingga menengah atas di Pekalongan. Setelah lulus, pada tahun 1940 ia melanjutkan studinya di Rechtshoogeschool te Batavia (RHS; perguruan tinggi hukum) di Batavia. Beberapa tahun kemudian, dia mendaftar pembukaan kursus polisi di Pekalongan dan lolos jadi anggota kepolisian. Ia lalu menggembleng diri di kepolisian di Marshall General School di Military Police School, Fort Gordon, Georgia, Amerika Serikat.

Perjalanan Hoegeng di kepolisian penuh dinamika dan panjang. Singkat cerita, ia kemudian diangkat menjadi Kepala Kepolisian RI pada 5 Mei 1968. Menggantikan Soetjipto Joedodihardjo. Hoegeng mengakhiri masa jabatannya pada tanggal 2 Oktober 1971 dan digantikan oleh Jenderal Mohamad Hasan.

Selama memimpin Korps Bhayangkara, Jenderal Hoegeng melakukan pembenahan di tubuh Polri. Dia juga kerap turun langsung ke lapangan dalam melakukan penindakan, bahkan dengan cara menyamar. Maklum, Hoegeng memang memiliki pengalaman panjang di bidang reserse.

Hoegeng juga dikenal sebagai polisi jujur. Hal itu pernah disampaikan Almarhum Gus Dur dan jadi quote terkenal hingga sekarang. “Kata Gus Dur, polisi jujur itu hanya tiga: Polisi Hoegeng, patung polisi dan polisi tidur,” kata Wakil Ketua PWNU Jatim KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam kepada Viva Jatim, Jumat kemarin.

Pada HUT ke-76 Bhayangkara 1 Juli 2022 lalu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadikan nama Hoegeng sebagai penghargaan, Hoegeng Awards, yang diberikan kepada anggota Polri yang berprestasi dan berintegritas.