Meneladani Jejak Hidup Paus Fransiskus yang Inspiratif: Sederhana dan Penuh Syukur

Paus Fransiskus
Sumber :
  • Viva

Surabaya, VIVA Jatim – Umat Kristiani di seluruh dunia tengah berduka. Hal itu karena sosok panutan utama Paus Fransiskus menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin kemarin, 21 April 2025 sekira pukul 07:35 pagi waktu Roma

img_title PLN Jatim Pastikan Listrik Aman Saat Nataru, Cadangan Daya Capai 21 Persen

Wafatnya Pemimpin Gereja Katolik dunia ini menandakan bahwa dunia kehilangan sosok teladan yang inspiratif. Hal ini sebagaimana diungkapkan banyak tokoh terkemuka di tanah air. 

Meski begitu, Paus Fransiskus tetap terpatri dalam Sejarah peradaban manusia. Jejak hidupnya sangat penting untuk diteladani dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jejak hidup Paus menjadi spirit tersendiri untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

img_title Membangun Karakter Anak Lewat Aktivitas Harian yang Bermakna

Semasa hidupnya, Paus Fransiskus dikenal memiliki hati yang sangat besar dan jejak hidup sederhana sehingga banyak orang di seluruh dunia yang mencintainya. Untuk itu, berikut ini kami ulas 5 jejak hidup Paus Fransiskus yang inspiratif. Dikutip dari VIVA, Rabu, 23 April 2025.

1. Berdoa agar Hati Bertobat

img_title Mengenal Paus Leo XIV, Pemimpin Baru Gereja Katolik Dunia dari Amerika Serikat

Tidak mengherankan, penghargaan dan kepedulian manusia terhadap lingkungan harus bersumber dari hubungan manusia  dengan Tuhan, yang dibangun melalui doa.

Salah satu ekspresi dari sikap ini adalah ketika manusia berhenti sejenak dan mengucap syukur kepada Tuhan sebelum dan sesudah makan. Paus Fransiskus meminta semua umat beriman untuk kembali pada kebiasaan yang indah dan bermakna ini.

Momen berkat itu, betapapun singkatnya, mengingatkan akan ketergantungan kepada Tuhan untuk hidup; momen itu memperkuat rasa syukur atas karunia ciptaan, mengakui mereka yang dengan kerja kerasnya menyediakan barang-barang ini bagi manusia, dan momen itu menegaskan kembali solidaritas dengan mereka yang sangat membutuhkan.

Seseorang pernah menantangnya untuk selalu mengucapkan doa sebelum makan entah saat Paus Fransiskus sedang makan pisang untuk sarapan di mobil dalam perjalanan ke kantor, atau makan siang bersama teman-teman di restoran yang ramai, dan itu mengubah hidupnya.

2. Belajar Menghargai Keindahan

Ini mungkin terdengar terlalu sederhana, tetapi belajar menghargai keindahan di dunia sekitar, baik pada orang lain atau pada matahari terbenam di pegunungan yang indah, merupakan langkah mendalam dalam pertobatan hati yang membantu menghargai ciptaan sebagai anugerah dari Tuhan.

Halaman Selanjutnya
img_title