Dibikin Penasaran Situs Bhre Kahuripan
- M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim
Mojokerto, VIVA Jatim – Proses ekskavasi kompleks situs Bhre Kahuripan di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, membuat penasaran. Seperti apa struktur sempurna bangunan dan peninggalan lainnya di situs tersebut bila kelak berhasil diungkap secara utuh oleh para arkeolog. Semua ingin tahu gambaran kejayaan Kerajaan Majapahit lebih rinci lewat peninggalannya itu.
Situs Bhre Kahuripan merujuk pada Tribhuwana Tunggadewi, tokoh perempuan yang memimpin Kerajaan Majapahit dari tahun 1328 Masehi sampai 1350 Masehi. Ia turun takhta lalu menyerahkannya kepada anaknya, Hayam Wuruk, yang memimpin Majapahit hingga 1389 Masehi. Di masa ini Majapahit menemukan puncak kejayaannya.
Di Klinterejo, ditemukan sebuah candi yang kemudian dinamakan Candi Bhre Kahuripan. Para arkeolog meyakini candi tersebut dibangun oleh Hayam Wuruk sebagai darma atas ibundanya, Tribhuwana Tunggadewi atau Bhre Kahuripan.
Candi Bhre Kahuripan berdiri seluas 14x14 meter persegi berbahan batu andesit. Di tengahnya terdapat batu yoni berdimensi 191x184x121 cm. Ukiran pada kiri atas yoni menunjukkan angka tahun 1294 saka atau 1372 masehi.
Di sekitar candi juga terdapat sumur. Di sumur itulah ditemukan lempengan emas berbentuk kura-kura sepanjang 6 cm. Sebuah arca berbahan batu andesit setinggi 200 cm, lebar 180 cm dan tebal 25-30 cm juga ditemukan di candi ini. Sayang, wujud arca tersebut tidak bisa dikenali karena sudah dirusak.
Situs Bhre Kahuripan diekskavasi
- Viva Jatim/M Luthfi
Candi Bhre Kahuripan ternyata menyimpan banyak misteri. Karena itu penggalian terus dilakukan untuk menemukan benda-benda peninggalan lainnya hingga wujud kompleks Candi Bhre Kahuripan tergambar utuh.
Sejak Juli 2018, BPK Wilayah XI Jatim melakukan ekskavasi secara bertahap hingga sekarang. Hasinya, bebatuan terstruktur ditemukan, diduga kuat sebagai pagar yang mengelilingi kompleks candi. Juga temuan-temuan lainnya sebagai bagian penting dari candi tersebut, juga simbol kebesaran Kerajaan Majapahit.
Terbaru, tim menemukan struktur bintang mandala bersudut delapan dan saluran air. Ketua Tim Ekskavasi Situs Kumitir M Ichwan mengatakan, setelah dua pekan penggalian, tim berhasil menampakkan pola sudut bangunan berbentuk bintang di selatan dan barat daya.
“Tebal lancipan di penjuru barat 130 cm Kita dapatkan 4-5 lapis bata,” katanya kepada wartawan, Rabu, 6 Agustus 2025.