Pelajar Surabaya Raih Penghargaan di BIICC 2025
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Dua pelajar asal Surabaya, Ezekiel Shawn Wondo dan Numa Fathun Nizar membawa pulang sejumlah penghargaan yakni Medali Emas, Platinum Award (Trophy) dan Kenyalang Grand Award (Trophy) di Borneo International Innovation Creativity Competition (BIICC) 2025 di Kuching, Sarawak yang digelar pada 26 hingga 30 Juni 2025.
Kompetisi BIICC diikuti ratusan inovator dari berbagai negara. Ada Malaysia Indonesia, UAE, Turkmenistan, Bangladesh, Filipina, Thailand, El Salvador, Romania.
“Proyek kami menjawab tantangan krusial, merancang sistem energi berkelanjutan untuk ibu kota baru Indonesia, Nusantara,” ujar Ezekiel Shawn Wondo dalam keterangan tertulisnya.
Mereka mengikuti kompetisi di kategori math engineering yakni sustainability yang difokuskan pada Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Transisi menuju energi bersih dan terbarukan merupakan kunci untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengatasi perubahan iklim,” sebutnya.
Sementara itu, Numa Fathun Nizar menyebut Ibu Kota Nusantara (IKN) menawarkan konteks pengembangan yang unik bagi jaringan mikro terdesentralisasi.
Keterbatasan sumber daya dan investasi merupakan tantangan dalam merancang jaringan mikro terbarukan di Nusantara.
Studi ini mengembangkan Model Pemrograman Linear Integer Campuran (MILP) untuk desain dan operasi yang optimal serta menilai kelayakan ekonominya.
“Kami menggunakan data iradiasi surya dan kecepatan angin NREL 2020, profil beban datar dan landai, serta biaya unit untuk panel PV, turbin angin, dan baterai,” kata Ezekiel.
Soal persiapan, Numa Fathun Nizar menjelaskan bahwa harus menjalin kekompakan dan komunikasi terbuka dan latihan presentasi.
Dan yang terpenting menurut keduanya adalah selalu menjaga semangat positif dan saling mendukung, terutama ketika dihadapkan pada tekanan dan tenggat waktu. Termasuk simulasi presentasi dan sesi tanya jawab, agar bisa saling melengkapi saat menghadapi juri.
“Kami juga terbuka terhadap kritik satu sama lain dan menjadikannya sebagai bahan untuk berkembang. Visi bersama kami bukan hanya untuk menang, tapi untuk menciptakan solusi nyata bagi tantangan energi masa depan,” katanya.
Keduanya berharap proyek ini dapat terus dikembangkan menjadi solusi yang aplikatif dan bermanfaat, khususnya untuk wilayah-wilayah berkembang seperti nusantara.
"Kompetisi ini bukan akhir, tapi titik awal dari perjalanan riset kami dalam mendukung transisi energi Indonesia ke arah yang lebih bersih, inklusif, dan berkelanjutan,” tuturnya.