Menamam Benih Derma Lewat Jumbara
- Tofan Bram Kumara/Viva Jatim
Gresik, VIVA Jatim – Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan pelopor dan relawan kepalangmerahan melalui Palang Merah Remaja (PMR). Sebagai pemancing, kegiatannya diselingi hal-hal riang-gembira. Salah satunya Jumpa Bakti Gembira (Jumbara). Dari situ benih jiwa derma diharapkan tumbuh.
Jumbara digelar oleh PMI dan PMR di Jawa Timur. Rutin setiap tahun. Kali ini, 2025, memasuki tahun kesepuluh dan dilaksanakan di Kabupaten Gresik. Acara dilaksanakan beberapa hari dan berakhir pada Minggu kemarin.
Ada ragam acara dilaksanakan di Jumbara. Semuanya bernuansa kegembiraan. Ada youth station, kewirausahaan, pameran, pertemuan koordinator Forpis, jurnalistik remaja, media sosial, bakti masyarakat, bakti lingkungan, dan remaja tangguh.
Juga ada simulasi pertolongan pertama, parade budaya, Jumbara rising star, anjangsana, olahraga persahabatan dan, wahana kepalangmerahan. Berbagai kegiatan ini dirancang untuk memperkuat karakter peserta sekaligus menumbuhkan semangat peduli sesama.
Jumbara PMI-PMR menjadi wadah luar biasa bagi para remaja untuk belajar, berbagi, dan mengabdi. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mengasah keterampilan teknis seperti pertolongan pertama dan kesiapsiagaan bencana, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan persaudaraan.
Antusiasme dan dedikasi para peserta menjadi sorotan utama. Menurut panitia, capaian positif yang diraih mencerminkan kesiapan generasi muda sebagai pelopor gerakan kemanusiaan.
"Alhamdulillah pelaksanaan Jumbara ini sukses besar dan lancar. Jumbara ini langkah menuju ke tingkat nasional. Peserta Jumbara Jatim ebih besar dari nasional, ini sangat baik," kata Ketua PMI Jatim Imam Utomo usai penutupan.
Apalagi selama pelaksanaan, lanjut Imam, peserta disiplin, tertib. Itu menunjukkan bahwa PMR tidak hanya berbakti pada kemanusiaan tapi juga bisa tertib dan itu membuat bagus kegiatan. Dia berharap itu jadi contoh Jumbara berikutnya.
Ia juga meminta tiap sekolah harus ada PMR. PMI Jatim sudah memulai, setiap sekolah ada gugus. PMI PMR itu membentuk jiwa kemanusiaan, harus ada prinsip dasar kemanudiaan dan harus betul-betul di jiwai.
"Saya ingin menekankan gunakan saat berkumpul seperti ini, anjangsana yang tepat, cari teman sebanyak banyaknya. Harus berinteraksi dengan sesama teman saat Jumbara. Hasilnya bagus sesuai laporan dari panitia," ujar mantan Gubernur Jatim itu.