Persi Tegaskan tak Ada Aturan Pasien BPJS Bayar Uang Jaminan
- Rahmat Fajar
Surabaya, VIVA Jatim-Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Komisariat Surabaya, Dokter Didi Darmahadi Dewanto menegaskan tidak ada aturan yang mengharuskan pasien BPJS membayar uang jaminan di rumah sakit swasta. Namun jika pasien tersebut ingin meningkatkan kelas layanannya maka sudah ada aturannya di BPJS.
Hal tersebut dikatakan Dokter Didik saat berbincang dengan media usai pertemuan dengan berbagai pimpinan rumah sakit swasta Surabaya, di RS Kemenkes Surabaya, Rabu, 17 Desember 2025. Ia menjawab kasus rumah sakit swasta yang meminta uang muka bagi pasien BPJS.
"Tidak pernah ada aturan juga untuk pasien masuk harus bayar uang muka, uang jaminan, tidak ada. Itu jelas diaturan BPJS," ujarnya.
Namun Dokter Didik tak menampik ada beberapa laporan masuk mengenai persoalan tersebut. Dan sudah dilakukan tindakan tegas terhadap rumah sakit yang melakukan pelanggaran seperti pada salah satu rumah sakit di Sidoarjo.
Plh Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, Dokter Martha Muliana Lumogom Siahaan juga menanggapi mengenai adanya pasien BPJS yang dimintai uang muka. Dokter Martha mengatakan akan lebih berhati-hati memberikan penilaian layanan kepada rumah sakit swasta.
Pasalnya, menurut Dokter Martha, kondisi rumah sakit swasta tidak bisa disamakan dengan rumah sakit pemerintah di mana secara pembiayaan lebih terjamin. Sementara rumah sakit swasta harus memutar otak agar operasional rumah sakit berjalan baik.
"Kita juga harus bisa meraba rasakan perasaan teman-teman kita dari rumah sakit swasta. Rumah sakit swasta, mereka kan tidak dibantu operasionalnya oleh negara. Mereka harus hidup. Mereka harus punya uang untuk menggaji karyawannya, untuk bayar listrik, untuk bayar operasional rumah sakitnya," kata Dokter Martha.
Pengalaman Dokter Martha bekerja di rumah sakit swasta memberikan gambaran bagaimana rumah sakit harus memiliki uang untuk membiayai operasional. Terutama rumah sakit kecil. Situasi seperti ini, diakui oleh Dokter Martha menciptakan situasi yang dilema.
"Nah, tapi kadang-kadang kan masyarakat gak peduli itu. Jadi kalau ada rumah sakit swasta yang minta dulu jaminan, mungkin semata-mata bukan juga mereka kejam, mereka butuh hidup," jelasnya.