Gresik Fight Day VI Hadirkan 25 Partai Tinju, Diikuti Fighter dari 5 Daerah

Aksi para atlet tinju di Gresik Fight Day VI.
Sumber :
  • Tofan Bram Kumara

Gresik, VIVA Jatim-Turnamen tinju gaya bebas Gresik Fight Day VI diikuti sekitar 50 fighter dalam 25 partai pertandingan yang digelar di Banyu Langit (BL) Rustic, Tlogobendung, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat, 14 Agustus 2026.

img_title Tugboat Tenggelam Dihantam Gelombang Tinggi di Perairan Bawean, 8 ABK Selamat

Pertandingan yang dimulai pukul 17.00 WIB itu mempertemukan para petinju muda dari sejumlah daerah. Selain Gresik, fighter dari Lamongan, Mojokerto, Surabaya, dan Tuban turut ambil bagian dalam edisi keenam Gresik Fight Day.

Jumlah peserta dan partai pada Gresik Fight Day VI meningkat dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Pada edisi sebelumnya, turnamen tersebut diikuti sekitar 40 peserta dengan 20 partai pertandingan.

img_title Penjual Buah di Balongpanggang Gresik Ditangkap, Diduga Curi Tas Senilai Rp20 Juta di Masjid

Ketua Panitia Gresik Fight Day VI, Dary Rafly Alifyanto, mengatakan turnamen tersebut menjadi wadah bagi anak muda yang ingin menekuni olahraga tinju sekaligus mencari bibit atlet potensial dari Gresik dan sekitarnya.

"Diadakan Gresik Fight Day ini untuk mewadahi bibit-bibit atlet yang mau bergabung di olahraga tinju. Jadi, olahraga tinju di Gresik ini agar semakin dikenal oleh masyarakat luas," kata Dary kepada awak media.

img_title Kemarau Panjang, Polda Jatim Salurkan 37 Ribu Liter Air Bersih ke Warga

Menurut Dary, penyelenggaraan turnamen tinju juga diharapkan menjadi sarana bagi anak muda untuk menyalurkan energi dan kemampuan mereka melalui kegiatan olahraga. Ia berharap keberadaan ring pertandingan dapat membantu mengurangi kenakalan remaja, khususnya aksi tawuran di jalan.

"Ini sudah volume ke-6, sudah enam kali kita mengadakan event ini. Alhamdulillah, antusias dari masyarakat juga bagus, mengurangi kenakalan di jalan, tawuran," ujarnya.

Dary yang juga Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Gresik itu mengatakan para peserta didominasi petinju muda. Menurut dia, potensi tersebut perlu diarahkan melalui latihan dan pertandingan yang terukur.

"Jadi, untuk anak-anak muda yang punya energi lebih atau punya keahlian, saya harap bisa bergabung di Gresik Fight Day, agar bisa menjadi prestasi ke depannya," katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan fighter dari sejumlah daerah menunjukkan Gresik Fight Day mulai menjadi wadah bagi petinju muda untuk mengasah kemampuan sekaligus menguji mental bertanding di atas ring.

"Kami fokus untuk mencari bibit-bibit petinju anak-anak muda tentunya, karena yang bisa kita lihat di sini yang daftar juga banyak anak muda," tutur Dary.

Halaman Selanjutnya
img_title