Perkuat UMKM Jawa Timur, Risma Launching Program Pahlawan Ekonomi

Risma luncurkan Program Pahlawan Ekonomi untuk Perkuat UMKM Jawa Timur.
Sumber :
  • A Toriq A/Viva Jatim

Surabaya, VIVA JatimUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki potensi besar dalam memberantas kemiskinan, terutama melalui usaha mikro yang langsung berhubungan dengan masalah ini. 

img_title IFBC 2026 Dinilai sebagai Cermin Perkembangan Kewirausahaan Indonesia

Oleh karena itu bakal calon Gubernur Jawa Timur, Tri Rismaharini, kembali melaunching  program 'Roadshow Pahlawan Ekonomi' yang bertujuan memberdayakan pelaku UMKM.

Program tersebut merupakan perluasan dari gerakan 'Pahlawan Ekonomi' yang pernah diinisiasi Risma saat menjabat sebagai Wali Kota Surabaya pada tahun 2010. 

img_title IWAPI Gresik Dikukuhkan, Perempuan Pengusaha Diharap Naik Kelas dan Go Digital

Saat itu, program yang ada menjadi salah satu terobosan Risma dalam mengembangkan kapasitas ekonomi masyarakat Surabaya, terutama perempuan pelaku UMKM, untuk menghadapi tantangan ekonomi lokal dan global. 

"Melalui program ini para pelaku UMKM di Jawa Timur diharapkan dapat memperkuat daya saing dan kualitas produk mereka, sehingga mampu menembus pasar internasional," ungkap Risma dalam peluncuran Roadshow Pahlawan Ekonomi di Surabaya, Jumat 20 September 2024. 

img_title Toco Edukasi UMKM Surabaya Kembangkan Usaha Lewat Digitalisasi

Lebih lanjut, mantan Menteri Sosial RI itu menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini jauh lebih besar dibandingkan ketika ia memulai program Pahlawan Ekonomi di Surabaya lebih dari satu dekade yang lalu. Jika dahulu fokusnya adalah menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, kini tantangannya telah berkembang menjadi tantangan ekonomi global, yang memungkinkan setiap negara saling bersaing secara langsung. 

“Saat pertama kali memulai Pahlawan Ekonomi pada tahun 2010, tantangannya adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN, yang akan dimulai pada 2014. Namun, sekarang kita sudah masuk dalam ekonomi dunia, yang artinya setiap negara bisa saling masuk dan berkompetisi. Indonesia harus bersiap menghadapi kompetisi ini, dan salah satu cara kita untuk bertahan adalah memperkuat UMKM,” ujarnya.

Risma juga menyoroti betapa sulitnya pelaku UMKM Indonesia untuk menembus pasar internasional karena banyaknya standar kualitas yang harus dipenuhi. Menurutnya, negara-negara maju sering kali menerapkan standar yang sangat tinggi dalam proses ekspor, sehingga UMKM di Indonesia perlu terus berinovasi dan memperbaiki kualitas produk mereka agar mampu bersaing. 

“Kita sering kali menghadapi kesulitan saat melakukan ekspor karena banyak sekali standar yang harus dipenuhi. Gradenya tinggi sekali, dan ini menjadi tantangan besar bagi UMKM kita. Karena itu, melalui Pahlawan Ekonomi, kami akan terus melakukan peningkatan kapasitas. Kita akan memberikan pelatihan tidak hanya untuk keterampilan dasar, tetapi juga penguatan kapasitas agar produk-produk UMKM kita bisa bersaing di pasar global,” terangnya. 

Halaman Selanjutnya
img_title