Geger Isu Konfercab Ditunggangi Kepentingan, Demisioner Ketua GP Ansor Nganjuk Angkat Bicara
- Hafidz Yusuf/Viva Jatim
Nganjuk, VIVA Jatim –Konferensi Cabang (Konfercab) XX GP Ansor Nganjuk yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Hasan Grompol Prambon pada Senin, 23 Desember 2024, berakhir dengan deadlock. Konfercab yang seharusnya menjadi momen pemilihan Ketua PC GP Ansor Nganjuk ini tidak menghasilkan keputusan, meskipun telah dihadiri oleh kader dan pengurus.
Beredar kabar bahwa sebelum konferensi berlangsung, sudah tercium aroma ketegangan di kalangan peserta. Isu yang mencuat adalah pemilihan ketua yang disebut-sebut harus dilakukan secara aklamasi, meskipun terdapat beberapa kandidat yang mencalonkan diri.
Tiga kandidat Bakal Calon Ketua PC GP Ansor Nganjuk yang sudah mendapatkan rekomendasi dari sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Ranting GP Ansor, yaitu Agus Muhammad Nasih Basthomi alias Gus Nasih, M Bagus Wahyudi, dan Hamid Muzakki.
Pimpinan Sidang Konferensi Cabang (Konfercab) XX GP Ansor Nganjuk.
- Hafidz Yusuf/Viva Jatim
Namun, situasi konfercab semakin memanas dengan adanya dugaan intervensi terkait akreditasi PAC dan Ranting yang dianggap kurang transparan oleh pihak PC GP Ansor Nganjuk. Penilaian akreditasi ini sangat penting, karena berpengaruh pada hak suara yang dimiliki oleh setiap peserta konfercab.
Menanggapi hal itu, Demisioner Ketua PC GP Ansor Nganjuk periode 2020-2024 Moh Rifai angkat bicara. Ia menepis berita adanya intervensi pemilihan ketua yang dialamatkan kepadanya.
“Panitia dan pengurus PC GP Ansor Nganjuk sudah menyiapkan Konfercab XX ini sesuai dengan mekanisme yang ada. Termasuk dalam hal ini, bilik suara dan segala keperluan lainnya sudah disiapkan dengan baik,” jelas Rifai saat dihubungi VIVA Jatim lewat sambungan telepon pada Minggu, 29 Desember 2024.