Belasan Isi Parsel Kadaluarsa hingga Tak Layak Ditemukan di Tulungagung
- Viva Jatim/Madchan Jazuli
Tulungagung, VIVA Jatim – Belasan produk makanan dan minuman yang berada di dalam parcel ditemukan kadaluarsa hingga tak layak. Temuan tersebut dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung di tiga lokasi berbeda.
Plt Kepala Dinkes Tulungagung, Anna Sapti Saripah mengungkapkan kegiatan ini seperti tahun-tahun lalu melakukan pembinaan dan pengawasan, terlebih menjelang Ramadan.
Melalui tiga tempat yang telah disasar, berbeda tahun lalu. Pihaknya mencoba menyasar ke daerah pinggiran, ternyata masih ditemukan kemasan yang tidak sesuai.
Kemasan penyok, kemasan pelabelan belum sesuai, expired dan ada juga yang belum keluar izin edar.
"Total temuan ini masing-masing berbeda, yang tidak ada izin edar 4 produk. Kadaluarsa 5 produk. Lalu yang penyok rusak ada 6 produk. Lalu yang tidak sesuai dengan pelabelan ada 8 produk. Mix produk nasional dan lokal," ujar Anna Sapti Saripah, Kamis, 13 Maret 2025.
Anna mengatakan temuan ini menjadi perhatian bersama karena ini menjadi yang utama dilihat aman dipangan. Sedangkan tidak ditemukan mengandung alkohol tidak ditemukan kemasan yang mengandung babi.
Pihaknya mengaku tindakan dari Dinkes, begitu ketemu langsung mengadakan pembinaan. Pasalnya, akan bersama-sama dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang memiliki kekuatan untuk melakukan pembinaan rutin.
"Ada sedikit ancaman Kalau makanan tidak sehat BPOM memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan. Kita sudah melakukan pembinaan masih peringatan pertama agar makanan yang tidak sesuai tersebut agar ditarik tidak diedarkan," ulasnya.
Dinkes Tulungagung mengaku setelah ini akan melakukan sidak di lain hari yang waktunya tidak kita tentukan. Sebab tempat ini sudah ada temuan makanan yang tidak memenuhi keamanan pangan.
Setelah itu, tim kesehatan juga melakukan pembinaan dan teguran kepada pemilik toko. Lalu, untuk memastikan teguran dilaksanakan akan melakukan pengawasan, tapi waktu kami tidak akan diberi tahu.
"Kita pastikan mereka tidak tahu, memastikan pembinaan kita berjalan," ungkapnya.