Keberadaan SPPG akan Berdampak Positif terhadap Petani Lokal

Anggota DPR RI Nurhadi
Sumber :
  • Istimewa

Kediri, VIVA Jatim-Tenaga Ahli Sekretaris Deputi Promosi Gizi daj Kerjasama Badan Gizi Nasional (BGN), Kolonel Andy Charman mengatakan adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan memberikan dampak positif terhadap serapan produksi petani. Bahan-bahan untuk kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) akan banyak mengambil dari petani lokal.

img_title Tekan Risiko Pencemaran Lingkungan, Bupati Yani Dorong SPPG di Gresik Jadi Pelopor Pengelolaan Sampah

“Dengan adanya SPPG, tidak hanya menyerap tenaga kerja lokal, tetapi hasil dari produksi petani lokal. artinya program MBG tidak hanya memberi makanan bergizi untuk siswa, tetapi sekaligus menggerakkan perekonomian di pedesaan,” ujar Andy dalam sosialisasi MBG di Politeknik Mercusuar Indonesia, Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Sabtu, 22 Maret 2025.

Adapun tujuan umum dan tujuan khusus BGN dalam melaksanakan program MBG ini adalah agar dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu untuk memutuskan rantai kemiskinan, serta bisa melahirkan SDM yang unggul dan berkualitas.

img_title Emil Dardak: BGN Sepakat Borong Telur Ayam dari Peternak Jatim Sepekan Tiga Kali

Kemudian ia juga menjelaskan bagaimana proses dan tahapan alur penentuan Titik Dapur dan Mitra. Pun menegaskan bahwa tidak ada pungutan apapun untuk menjadi mitra BGN dan bisa langsung mendaftar ke Website resmi BGN.

Sebagai informasi Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan Lembaga Negara non-Kementerian yang berdedikasi untuk pemenuhan gizi nasional. BGN fokus dalam mendukung penuh program Makan Bergizi Nasional (MBG) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

img_title Respon GAPEMBI Jatim Usai 372 SPPG Terkena Suspend

Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyampaikan bahwa MBG salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto untuk Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan MBG diluncurkan untuk mendukung salah satu dari delapan misi Asta Cita, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Dalam pelaksanaannya, MBG bertujuan untuk mengatasi masalah gizi buruk dan stunting di Indonesia, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak-anak, kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui serta meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air," kata Nurhadi.

Ia berharap MBG dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil yang seringkali menghadapi kesulitan dalam mendapatkan akses ke pangan bergizi.

“Dengan demikian, MBG bukan hanya merupakan upaya untuk memperbaiki status gizi masyarakat, tetapi juga untuk menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya
img_title