Rupiah Melemah ke Rp16.455 Gegara Ketidakpastian Global

Ilustrasi rupiah dan dolar AS
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim –Pengamat mata uang, Ibrahim Assuabi, menilai pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dipengaruhi oleh ketidakpastian yang terus berlanjut terkait kebijakan perdagangan AS, khususnya dalam relasinya dengan Tiongkok.

img_title Dolar Meroket, Gapasdap Minta Pemerintah Segera Sesuaikan Tarif

"Donald Trump menyatakan pada akhir pekan bahwa ia belum memiliki rencana untuk segera membuka dialog dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping," ujar Ibrahim dikutip dari Antara, Senin 5 Mei 2025.

Meski begitu, Trump dikabarkan mengisyaratkan bahwa AS tengah mempersiapkan penandatanganan perjanjian dagang dengan beberapa negara, termasuk membuka dialog terbatas dengan Tiongkok. Namun demikian, kesepakatan dagang AS–China dinilai masih menjadi titik ketidakpastian utama bagi pelaku pasar global, terlebih setelah keduanya terlibat perang dagang yang intensif hingga April 2025.

img_title Rupiah Terus Melemah, Pakar Perbankan UNAIR Bagikan Strategi Menghadapinya

Pada Jumat (2/5/2025), pemerintah Tiongkok menyatakan bahwa mereka sedang mengevaluasi kemungkinan melanjutkan perundingan dagang dengan AS, namun dengan syarat adanya ketulusan dan penghapusan tarif sepihak dari pihak AS.

Selain itu, Ibrahim menyebutkan bahwa sentimen negatif juga diperkuat oleh sikap investor yang cenderung berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini.

img_title Rupiah Melemah, Kadin Jatim Minta Pemerintah Realokasi Anggaran KDMP, Ini Alasannya

"Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tetap, karena para pembuat kebijakan memilih bersikap hati-hati dalam menilai dampak dari tarif Trump terhadap inflasi. Ketegangan antara Presiden Trump dan Federal Reserve juga masih berlangsung, karena Presiden terus mendesak bank sentral untuk menurunkan suku bunga," jelasnya.

Akibatnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Senin (5/5/2025) melemah sebesar 17 poin atau 0,11 persen ke level Rp16.455 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.438 per dolar AS.

Namun, berdasarkan Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama, rupiah justru mencatat penguatan ke level Rp16.421 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.493 per dolar AS.