DPRD dan Disbudpar Jatim Komitmen Perkuat Kesenian Lokal
- Mokhamad Dofir
Surabaya, VIVA Jatim-Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso bersama Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Dwi Supranto, berkomitmen memperkuat kesenian lokal sebagai pondasi mengenalkannya ke dunia.
Cahyo menuturkan, DPRD Jawa Timur sangat mendukung pengembangan seni dan budaya hingga ke mancanegara seperti di Kota Surabaya melalui program sister city.
Namun sebelum itu dilakukan, menurut Cahyo, sebaiknya pondasi budaya lokal perlu diperkuat dengan mengenalkannya kepada generasi muda dan masyarakat luas.
"Sebelum itu tercapai kita harus berbicara dalam negeri dulu, apakah nilai-nilai seni budaya ini sudah langgeng di kota kita ini," tuturnya setelah acara sarasehan DPRD Jatim bertema Kesenian Lokal sebagai Media Edukasi dalam Memperkenalkan Budaya" di Hotel Elmi, Sabtu, 24 Mei 2025.
Ia menyampaikan, seni dan budaya merupakan kekayaan intelektual yang wajib dilestarikan dengan baik. Karena tidak hanya sebagai seremonial semata, melainkan sebagai jati diri bangsa.
Untuk itu kata Cahyo, pemerintah dan dewan harus memerhatikan keberlangsungan kegiatan para pelaku seni dan budaya sehingga kekayaan intelektual sebagai jati diri bangsa tersebut tetap lestari.
"Tadi juga kami menyampaikan hal yang sama dalam rapat kerja di Komisi E, kami berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak hanya memberikan perhatian pada seniman dan budayawan dengan apresiasi tiap tahunnya tetapi juga memberikan ruang untuk mereka pentas sesering mungkin," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Dwi Supranto menambahkan, pihaknya mendorong pengembangan seni budaya dengan mendaftarkannya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) secara nasional sebagai identifikasi masyarakat lokal.
"Dengan adanya pengakuan yang seperti itu, maka akan ada trigger untuk bisa mengembangkan budaya atau kesenian yang sudah diakui secara nasional ini agar bisa digelar eventnya," kata Dwi.
Selain itu, Disbudpar Jatim juga fokus memberdayakan komunitas-komunitas pelaku budaya melalui workshop melalui program Seni Waris, akronim dari Sentra Seniman dan Pemberdayaan Masyarakat Adat.
"Karena sekarang ini konsentrasi dari Pemprov Jatim ada yang namanya program prioritas Seni Waris, sentra seniman dan pemberdayaan masyarakat adat. Jadi di situlah nanti ada upaya pemberdayaan seniman baik dari seniman yang bisa kita sinergikan dengan stakeholder terkait dan juga kolaborasi dengan masyarakat secara umum," pungkasnya.