Pengemudi Ojol Mengadu ke Ketua DPRD Gresik, Ini Keluhannya
- Tofan Bram Kumara/Viva Jatim
Gresik, VIVA Jatim – Sejumlah keresahan para pengemudi ojol disampaikan perwakilan pekerja ojek online (ojol) saat audiensi dengan Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir.
Keluhan mulai dari penerapan tarif dan pembagiannya kepada pengemudi hingga jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan.
Syahrul Munir menjelaskan, para pengemudi ojol merasa terbebani karena selama ini biaya Jaminan Kesehatan dan Ketenagakerjaan ditanggung sendiri melalui pemotongan tarif otomatis, bukan ditanggung oleh pihak perusahaan aplikasi (aplikator).
Padahal, kewajiban terkait iuran ketenagakerjaan sudah diatur dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Jawa Timur yang berlaku sejak 26 Agustus 2025.
“Pertemuan dengan perwakilan ojol Rabu, 17 September kemsrin. Mereka terbebani, sekali lagi pihak aplikator masih belum memberikan atensi yang baik terkait hal ini. Bahkan, penerapan tarif masih jauh di bawah aturan yang ditetapkan dalam Kepgub,” terangnya, Sabtu, 20 September 2025.
Syahrul menambahkan, persoalan ini sejatinya bukan hanya masalah lokal, melainkan juga isu nasional yang dirasakan para pengemudi ojol di berbagai daerah. Meski begitu, DPRD Gresik tetap membuka ruang aspirasi dan menampung keluhan tersebut sebagai bagian dari hak masyarakat.
“Bismillah, semoga segera mendapatkan titik temu dan tindak lanjut dari pihak aplikator terkait KEPGUB Jawa Timur yang baru saja ditetapkan. Tetap semangat para pahlawan mobilitas masyarakat,” terangnya.
Perwakilan ojol, Usman Efendi menyampaikan harapannya agar Pemerintah Daerah ikut memberi perhatian pada kesejahteraan mitra pengemudi di Gresik.
"Selain soal tarif dan jaminan sosial, dukungan lain yang dibutuhkan adalah adanya intervensi dari perusahaan m - perusahaan di Gresik berupa bantuan sosial maupun pelatihan keterampilan tambahan," ungkapnya.