Ada 2.800 PTS di Indonesia, Ketum ABPPTSI: hanya 84 yang Unggul

Sarasehan tentang perguruan tinggi swasta di Untag Surabaya.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito/VIVA Jatim

Surabaya, VIVA Jatim – Ketua Umum Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI), Prof Dr Thomas Suyatno, menyebut bahwa dari 2.800 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia, hingga saat ini hanya 84 PTS yang berstatus unggul.

img_title Spanyol Taklukkan Argentina, Untag Surabaya Soroti Disiplin dan Strategi sebagai Kunci Juara

Ada beberapa faktor kenapa itu bisa terjadi. “Masalah utama ada pada tata kelola Tri Dharma, terutama riset,” kata Thomas dalam Sarasehan PTS yang digelar di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Selasa 18 November 2025.

Sejauh ini, lanjut dia, banyak dosen PTS yang lebih senang hanya sekadar mengajar dan kurang serius dalam melakukan riset. “Banyak dosen PTS lebih senang mengajar karena langsung dapat honor, sedangkan penelitian tidak. Dana penelitian pun masih terbatas,” ujar Thomas.

img_title Wakil Rektor III Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi di WUiDAY 2026 Thailand

Hal itu berbeda dengan atmosfer keilmuan yang terjadi di banyak negara di luar Indonesia. Di luar negeri, kata dia, penelitian justru digalakkan dan itu menjadi sumber pendapatan utama pada dosen. Semangat riset tumbuh karena didukung dengan kolaborasi yang baik antara kampus dengan sektor industri.

“Dosen di luar negeri ditugaskan perusahaan untuk meneliti sesuatu yang baru. Di sini mencari tempat riset saja sulit,” ucap Thomas.

img_title Rektor Cup 2026, Cara Untag Surabaya Lahirkan Atlet Regional dan Internasional

Faktor lain lemahnya riset di Indonesia ialah dukungan anggaran dari pemerintah. “Defisit APBN ditutup lewat utang, sehingga dana untuk penelitian di PTS tidak bisa sebesar yang dibutuhkan,” jelas Thomas.

Akibatnya, keunggulan kampus-kampus di Indonesia, terutama PTS, tertinggal jauh dari kampus di banyak negara luar. “Dengan Vietnam saja kita sudah jauh tertinggal. Saya awal bulan ini ke Vietnam untuk melihat bagaimana mereka bisa melompat lebih cepat,” kata Thomas.

Sementara itu, Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Prof Dr Mukhamad Najib, mendorong PTS mengambil peran lebih besar dalam peningkatan akses dan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Apalagi, saat ini angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia baru mencapai 32 persen, masih di bawah target pemerintah yang berharap ada peningkatan hingga 38 persen pada 2029. “Ada sekitar tiga juta lulusan SMA yang belum bisa kuliah. PTS sangat dibutuhkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi,” tandasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title