Dinas Pendidikan Jawa Timur Raih 2 Penghargaan Prestisius dari ITS

Kadindik Jatim saat menerima penghargaan dari UTS.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito/VIVA Jatim

Surabaya, VIVA Jatim – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menerima dua penghargaan prestisius dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Penghargaan ini diberikan ITS atas bentuk apresiasi Dindik Jatim dalam mendorong transformasi digital pendidikan di Jawa Timur.

img_title Bangun Ekosistem Ekonomi Baru, Menteri Transmigrasi Dorong Transmigran Melek Digital

Penghargaan pertama diberikan atas dukungan dan kontribusi Dindik Jatim dalam menyukseskan Program 1000 Duta AI, sebuah program strategis ITS untuk menyiapkan generasi pelajar yang melek kecerdasan artifisial.

Penghargaan kedua diberikan atas kerja sama implementasi platform Senopati dalam pelaksanaan SPMB Jawa Timur Tahun 2025, yang memastikan seleksi masuk pendidikan berjalan transparan, akurat, dan berbasis teknologi.

img_title Sebanyak 618.479 Murid Baru di Jatim Ikuti MPLS Mulai 13 Juli, Dindik Larang Perpeloncoan

Acara penganugerahan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Boni Pudjianto, Ph.D,.

Kehadiran pemerintah pusat ini menjadi momentum penting yang menguatkan bahwa Jawa Timur dinilai mampu menjadi rujukan nasional dalam percepatan literasi digital, pemanfaatan AI di sekolah, dan penguatan tata kelola pendidikan yang modern serta berstandar tinggi.

img_title Panen Kelapa tak Perlu Bertaruh Nyawa, ITS Hadirkan Motor Panjat Pohon Mocits

Rektor ITS, Prof. Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D menyampaikan bahwa Dindik Jatim merupakan salah satu mitra yang paling progresif dalam mendorong integrasi teknologi ke dunia pendidikan. Program 1000 Duta AI yang dijalankan ITS bersama Dindik Jatim dinilai menjadi tonggak awal pembentukan ekosistem talenta digital di tingkat pelajar.

"Melalui program ini, pelajar SMA/SMK disiapkan untuk memahami dan mengaplikasikan teknologi AI dalam pembelajaran, kreativitas, dan pemecahan masalah, sehingga memiliki daya saing global di masa yang akan datang," ungkap Prof Bambang.

Sementara itu, kerja sama penerapan Senopati pada SPMB Jawa Timur menunjukkan komitmen nyata untuk memperbaiki proses administrasi pendidikan melalui sistem berbasis data dan automasi.

Dengan dukungan ITS, sistem ini mengurangi potensi kesalahan manual, mempercepat proses verifikasi, serta menghadirkan mekanisme seleksi yang lebih adil, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kolaborasi ini menjadi model baru bagi provinsi lain dalam penggunaan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan publik di sektor pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan apresiasi dan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi strategis ini.

Halaman Selanjutnya
img_title