Diduga Dampak Cuaca Ekstrem, Tower BTS di Surabaya Hotel School Ambruk
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Sebuah tower BTS setinggi kurang lebih 15 meter yang berada di rooftop Surabaya Hotel School (SHS) di Jalan Joyoboyo roboh dan menimpa satu unit mobil, Jumat, 23 Januari 2026. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Ketua Tim Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya, Arif Sunandar, mengatakan laporan diterima melalui layanan darurat 112 sekitar pukul 12.50 WIB. Tim BPBD langsung bergerak cepat dan tiba di lokasi sekitar pukul 12.57 WIB untuk melakukan asesmen awal.
“Tower berada di atas bangunan setinggi sekitar 10 meter. Jadi total ketinggian dari bawah hingga puncak tower mencapai kurang lebih 25 meter. Tower jatuh ke halaman dan menimpa satu mobil, namun alhamdulillah korban jiwa nihil,” ujar Arif.
BPBD bersama tim gabungan segera melakukan langkah darurat dengan mengamankan sisa struktur tower yang masih menggantung agar tidak jatuh ke badan jalan. Proses pengamanan dilakukan menggunakan tali karmantel dan sistem anchor yang kuat.
“Masih ada satu baut yang menahan struktur tower di atas, sehingga potensi bahaya cukup tinggi. Karena itu, kami bekerja sama dengan kepolisian untuk menutup sementara jalan selama proses evakuasi,” jelasnya.
Evakuasi penghuni gedung SHS juga telah dilakukan sebagai langkah antisipasi. Seluruh penghuni dipastikan selamat dan diamankan di lokasi yang lebih aman. Proses penanganan melibatkan tim gabungan dari BPBD, DPKP, PLN, Dinas Perhubungan, PJU, serta pihak pemilik tower.
Arif menambahkan, cuaca ekstrem diduga menjadi salah satu pemicu kejadian. Berdasarkan data BMKG sekitar pukul 12.00 WIB, kecepatan angin di Surabaya mencapai 15 kilometer per jam dan terasa cukup kencang di area rooftop.
Selain berdampak pada lalu lintas, insiden ini juga menyebabkan gangguan listrik di sekitar lokasi akibat kabel yang tertimpa tower. Saat ini, PLN masih melakukan pemulihan dan listrik dijadwalkan segera kembali normal.
BPBD Surabaya merekomendasikan audit teknis lanjutan terhadap struktur bangunan dan tower tersebut. Tim dari Cipta Karya Pemkot Surabaya juga telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan kajian teknis.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama pengelola gedung bertingkat, untuk rutin mengecek instalasi dan ornamen di atap bangunan. Saat cuaca ekstrem seperti ini, risiko sangat tinggi,” pungkas Arif.