Polemik Lomba Qasidah di Gresik, 15 Grup Mundur dan Rugi Puluhan Juta

Lomba Qasidah dan Gambus yang diselenggarakan oleh IPEMI di Gresik
Sumber :
  • VIVA Jatim/Tofan Bram Kumara

Gresik, VIVA Jatim – Rencana tampil dalam Lomba Qasidah dan Gambus di atrium Icon Mall Gresik berubah menjadi kekecewaan bagi belasan grup qasidah di bawah naungan Perkumpulan Seni Qasidah Islami (PASQI) Gresik. 

img_title Bekas Galian Pipa Gas Jalan Kartini Gresik Belum Diaspal, DPRD Desak Sanksi

Sebanyak 15 grup memutuskan mundur dari ajang yang digelar Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) tersebut karena merasa kerja sama yang disepakati tidak dijalankan secara profesional.

Keputusan mundur itu berdampak pada kerugian materi yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Pasalnya, masing-masing grup telah melakukan persiapan intensif sejak satu bulan sebelum hari pelaksanaan lomba pada 24 Januari 2026.

img_title Lagi, Ledakan Diduga Tabung LPG Bikin 5 Rumah di Surabaya Rusak

Ketua Dewan Pembina PASQI Gresik, Sutrisno, menyebut setiap grup mengeluarkan biaya operasional sekitar Rp2 juta. Pengeluaran tersebut mencakup pelatihan, pembuatan atau penyewaan seragam, rias wajah, hingga biaya pendaftaran lomba.

“Kalau dikalkulasi total, kerugiannya jelas puluhan juta. Karena persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari dan tidak sedikit biaya yang sudah dikeluarkan,” ujarnya, Sabtu, 31 Januari 2026.

img_title BSI dan Prudential Syariah Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kesiapan Finansial Nasabah di BSI International Expo 2026

Menurut Sutrisno, pemicu utama kekecewaan para peserta adalah tidak dicantumkannya logo PASQI sebagai mitra dalam kegiatan tersebut. Padahal, PASQI telah mengingatkan panitia agar logo organisasi disertakan sebagai bentuk kerja sama resmi.

Namun hingga hari pelaksanaan, logo PASQI tidak terlihat baik di backdrop panggung maupun materi promosi acara. Yang terpasang hanya logo IPEMI dan para donatur.

“Karena logo PASQI tidak ada, anggota merasa kerja sama ini tidak dihargai. Akhirnya semua sepakat untuk tidak melanjutkan keikutsertaan,” tegasnya.

Atas kejadian tersebut, PASQI Gresik menuntut pertanggungjawaban dari pihak penyelenggara. Tuntutan itu meliputi pengembalian biaya pendaftaran seluruh peserta, permohonan maaf secara tertulis kepada PASQI, serta adanya teguran atau sanksi dari IPEMI Jawa Timur terhadap IPEMI Gresik.

Tak hanya itu, PASQI juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum apabila tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti secara kooperatif.

“Kami berharap ada itikad baik dari IPEMI Gresik untuk menyelesaikan masalah ini secara bertanggung jawab,” kata Sutrisno.

Sementara itu, Ketua IPEMI Gresik, Deasy Andriani, belum memberikan penjelasan rinci terkait tuntutan tersebut. Saat dikonfirmasi, ia menyatakan belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut dan akan menyampaikan penjelasan di kemudian hari.