Yang Menarik dari Situbondo hingga Dilirik Pengusaha Brunei Darussalam
- Istimewa
Situbondo, VIVA Jatim – Puluhan pengusaha dari Brunei Darussalam berkunjung ke Kabupaten Situbondo selama tiga hari, Jumat-Minggu, 6-8 Februari 2026. Mereka datang sebagai delegasi Brunei Darussalam-Indonesia Friendship Association (Brudifa). Dari situ terbuka peluang kerja sama perdagangan dan investasi antara Situbondo dan pelaku usaha dari kawasan Asia Tenggara.
Tak hanya dari Brunei Darussalam. Dalam kunjungan juga ada perwakilan dari Malaysia dan Singapura, juga unsur Pemerintah Kesultanan Brunei Darussalam. Agenda utama kunjungan difokuskan pada penjajakan pembelian produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Situbondo serta peluang investasi di sejumlah sektor strategis.
Produk yang ditawarkan kepada para buyer mencakup daging sapi dan domba, mebel kayu, kopi, abon, tekstil, batik maronggi, kerajinan kerang, rengginang, sambal, aneka kue kering, hingga produk olahan ikan. Seluruh produk tersebut telah melalui proses kurasi, dan sebagian di antaranya telah memenuhi standar pasar ekspor.
Puncak penyambutan delegasi Brudifa ditandai dengan Welcoming Gala Dinner di Pendopo Pate Alos Besuki, Sabtu, 7 Februari 2026, malam. Pendopo yang baru diresmikan itu menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah daerah, pelaku usaha lokal, dan calon mitra internasional.
Acara dihadiri Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah, jajaran Forkopimda, Kadin Indonesia Situbondo, sejumlah tokoh masyarakat serta organisasi perangkat daerah terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan selamat datang dengan nada hangat dan bersahabat. Ia menegaskan bahwa Situbondo membuka diri bukan hanya sebagai daerah tujuan kunjungan, melainkan sebagai mitra yang siap tumbuh bersama.
“Pendopo Pate Alos ini kami buka sebagai rumah dialog dan rumah persahabatan. Di sinilah kami ingin mempertemukan niat baik, kepercayaan, dan kerja sama yang saling menguntungkan. Situbondo menyambut saudara-saudara dari Brunei dan kawasan ASEAN dengan hati terbuka,” ujar Mas Rio.
Pada kesempatan itu, UMKM Situbondo menampilkan produk unggulan dalam sebuah eksibisi bisnis. Forum ini memberi ruang dialog langsung antara pelaku usaha lokal dan calon pembeli internasional, sekaligus membuka peluang kesepakatan dagang.
Selain perdagangan, delegasi Brudifa juga menjajaki potensi investasi di sektor perikanan dan kelautan, pertanian, perkebunan, pariwisata, serta industri pengolahan berbasis sumber daya lokal.