Lindungi Generasi Muda, MUI dan BNN Gresik Bangun Dakwah Anti Narkotika

Kerjasama BNN Gresil dan MUI Gresik.
Sumber :
  • Tofan Bram Kumara.

Gresik, VIVA Jatim-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Gresik sepakat memperkuat edukasi bahaya narkoba melalui pendekatan dakwah. Hal ini dilakukan melihat fenomena narkoba sebagai penunjang aktivitas kerja dan ditemukannya anak di bawah umur ditangkap sebagai pengguna narkoba.

img_title Subuhan Bersama Warga Gayungsari Surabaya, Kapolda Jatim Ajak Berantas Narkoba

Dalam pertemuan tersebut, Ketua BNN Gresik, AKBP Suharsi, mengungkapkan bahwa tantangan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Gresik semakin kompleks. Sebagai daerah industri, narkoba tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagian pekerja untuk meningkatkan stamina kerja.

“Fenomenanya, narkoba bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga digunakan sebagai penunjang aktivitas kerja,” ujarnya, Jumat, 27 Februari 2026 di kantor MUI.

img_title Gempur THM Sidoarjo, Pengunjung dan Pemandu Lagu Wajib Tes Urine Tiap Malam

Selain itu, BNN juga mencatat peningkatan kasus di kalangan remaja. Dalam satu pekan terakhir, lima remaja berhasil diamankan, termasuk seorang anak berusia 16 tahun atau anak dibawah umur.

"Mereka rata-rata berawal dari coba-coba sebelum akhirnya terjerumus lebih jauh. Peredaran narkotika ini sudah menyasar semua kalangan, termasuk generasi muda. Ini sangat memprihatinkan,” tegasnya.

img_title Warga Kebomas Gresik Panik Ledakan Pipa Gas, PGN Pastikan Belum Dialiri Gas

Karena itu, BNN mendorong peran aktif para ulama dalam menyampaikan edukasi bahaya narkoba melalui mimbar dakwah agar anak muda bisa terlindungi dan tahu ancaman bahaya dari narkotika.

"BNN Gresik siap memberikan pembekalan materi dari aspek hukum, kesehatan, dan sosial untuk memperkuat pesan keagamaan yang disampaikan para kiai," terang AKBP Suharsi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bidang Dakwah, Penelitian dan Pengembangan Masyarakat MUI Kabupaten Gresik, Nur Fakih, menyatakan pihaknya memiliki keprihatinan yang sama. Sebagai wilayah industri dan pelabuhan dengan mobilitas tinggi, Gresik memiliki potensi kerawanan terhadap peredaran narkotika.

"Kami juga menyoroti fenomena sosial di kalangan pemuda yang mulai menjauh dari masjid dan lebih banyak menghabiskan waktu di jalanan atau kafe, kondisi yang dinilai berpotensi membuka celah pengaruh negatif," ungkapnya.

Sementara, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik, Makmun menyampaikan bahwa MUI memiliki pengalaman pembinaan melalui Ponpes At-Taubah di Rutan Gresik.

"Namun, tantangan tetap ada, terutama mantan warga binaan yang kembali terjerumus akibat faktor ekonomi dan keterbatasan lapangan pekerjaan," terangnya.

Halaman Selanjutnya
img_title