ETLE Handheld Digunakan di Gresik, Pelanggar Lalu Lintas Bisa Terekam di Mana Saja
- Tofan.
Gresik, VIVA Jatim-Penindakan pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Gresik kini tak lagi bergantung pada kamera statis. Satlantas Polres Gresik resmi mengoperasikan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) handheld, perangkat mobile yang membuat pengawasan di jalan semakin luas, fleksibel, dan berbasis teknologi.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital kepolisian dalam menciptakan sistem penegakan hukum yang lebih transparan dan akuntabel. Dengan ETLE handheld, petugas tidak lagi terpaku pada titik tertentu, melainkan bisa bergerak dinamis menjangkau berbagai lokasi rawan pelanggaran.
Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin mengatakan, perangkat ini berupa telepon genggam khusus yang terhubung langsung dengan pusat data nasional. Petugas cukup merekam pelanggaran kasat mata seperti pengendara tanpa helm, melawan arus, hingga penggunaan ponsel saat berkendara. Seluruh data kemudian otomatis masuk ke sistem untuk diverifikasi.
Menariknya, ada dua pola penindakan yang diterapkan. Pertama, sistem tanpa henti, di mana pelanggaran direkam saat patroli dan surat konfirmasi dikirim ke alamat pemilik kendaraan setelah verifikasi. Kedua, penindakan langsung di lokasi dengan proses input data oleh petugas saat pelanggar dihentikan.
"Sistem ini juga dilengkapi barcode untuk proses verifikasi mandiri oleh pelanggar, bahkan tersedia printer portable untuk mencetak bukti pelanggaran di tempat," ujarnya, Jumat, 24 April 2026.
AKP Nur Arifin menambahkan bahwa inovasi ini dirancang untuk mengurangi interaksi langsung antara petugas dan pelanggar, sekaligus meminimalisir potensi penyimpangan.
“Penindakan menjadi lebih fleksibel, namun tetap berbasis data dan sistem. Masyarakat juga bisa langsung melakukan verifikasi secara transparan,” jelasnya.
Setelah terdata, pelanggar diminta melengkapi dokumen seperti KTP dan SIM melalui sistem. Proses pembayaran denda pun dilakukan melalui bank yang ditunjuk, sehingga lebih praktis dan menghindari praktik non-prosedural.
"Lebih dari sekadar alat penindakan, kehadiran ETLE handheld diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Dengan pengawasan yang semakin luas dan modern, kesadaran untuk tertib berlalu lintas di Gresik diharapkan ikut meningkat," ungkap Nur Arifin.
Polres Gresik akan terus mengembangkan sistem pengawasan berbasis teknologi demi menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan.