Gus Ipul Tegaskan Indonesia Emas 2045 Harus Dirasakan Seluruh Rakyat
- Rachmad Fahrizal Tito
Surabaya, VIVA Jatim-Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak boleh hanya dinikmati segelintir kelompok, melainkan harus dirasakan seluruh rakyat Indonesia.
Hal itu disampaikan Gus Ipul saat menyampaikan orasi ilmiah dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-114 semester genap Tahun Akademik 2025/2026 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Sabtu, 9 Mei 2026.
Dalam orasi bertajuk Membangun Peradaban Kesejahteraan: Ilmu, Keadilan Sosial, dan Generasi Indonesia Emas 2045, Gus Ipul menyoroti persoalan kemiskinan yang dinilainya masih menjadi tantangan multidimensional di Indonesia.
“Indonesia Emas 2045 tidak boleh hanya dinikmati oleh sebagian orang. Harus bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya di hadapan ratusan wisudawan.
Menurut Gus Ipul, salah satu tantangan terbesar menuju Indonesia Emas adalah ketimpangan kesempatan, khususnya akses pendidikan.
Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menggagas program Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program tersebut ditujukan bagi kelompok Desil 1 dan 2 DTSEN melalui sistem pendidikan gratis berasrama.
“Salah satu program Bapak Presiden Prabowo adalah memperluas akses pendidikan mulai dari kelompok paling bawah,” katanya.
Gus Ipul menegaskan pendidikan menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Jika kemiskinan adalah rantai, maka pendidikan adalah kunci,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga berpesan agar para lulusan tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi mampu menjadi pemecah masalah dan agen perubahan di tengah masyarakat.
Ia berharap generasi muda mampu membangun peradaban yang lebih adil dan inklusif menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Wakil Wisudawan, Muhammad Maulana Hamilurrosyad, mengatakan keterbatasan ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.
“Kita semua di sini adalah bukti bahwa perjuangan, doa, dan cinta orang tua tidak pernah mengkhianati hasil,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat Kementerian Sosial Republik Indonesia, pimpinan UINSA, serta para wisudawan dan keluarga.