Santri Babussalam Peringati Tahun Baru Islam Dengan Semangat Pancasila

Peringatan Tahun Baru Islam di Pondok Pesantren Babussalam Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.
Sumber :
  • VIVA Jatim/Romadhon

Malang, VIVA Jatim – Pengasuh dan santri Pondok Pesantren Babussalam Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, pada Selasa, 16 Juni 2026 kemarin. Mereka membawa semangat Pancasila dalam peringatan tahun baru islam kali ini.

img_title Tahun Baru Islam 1447 Hijriah: Lebih dari Sekadar Pergantian Kalender

Pengasuh Ponpes Babussalan KH.Thoriq Bin Ziyad mengatakan tahun baru Hijriyah 1448. Pondok pesantren di Kabupaten Malang yang dia asuh menjadi percontohan atau pilot project pengembangan konsep "Pesantren Pancasila".

Gus Thoriq sapaan akrabnya menyebut, penguatan materi dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di lingkungan pesantren dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat karakter kebangsaan generasi muda.

img_title Awali Tahun Baru Islam 1447 Hijriah dengan Doa, Amalan dan Harapan Baru

"Kami berharap Kabupaten Malang menjadi kabupaten pesantren Pancasila. Jika ingin belajar Pancasila, orang bisa datang ke Malang untuk mempelajarinya langsung di pesantren," kata Penggagas Hari Santri Nasional itu pada Rabu, 17 Juni 2026.

Sejak pagi, Khotmil Qur'an sudah terdengar oleh para santri. Ba'da Dhuhur, acara pun dilanjutkan dengan istigosah bersama ribuan santri dan alumni Pondok Pesantren Babussalam.

img_title Pengasuh Ponpes Trenggalek yang Cabuli Santrinya Resmi Ditahan, Tak Perlu Tes DNA

"Peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah, bertepatan dengan agenda haul rutinan kami. Kami berharap di tahun yang baru ini, seluruh satri diberi kemudahan dalam menuntut ilmu. Kami berdoa arwah pendiri pondok di beri ampuhan Allah SWT dan dilapangkan kuburnya," kata Gus Thoriq.

Gus Thoriq mengatakan pondok pesantren Babussalam Banjarejo siap apabila materi terkait Pancasila diperkuat dalam pendidikan madrasah diniyah maupun pembelajaran kepesantrenan. Dia berharap pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap gagasan tersebut melalui kolaborasi dengan pondok pesantren.

Menurutnya, Malang memiliki nilai historis yang kuat dalam perjalanan pemikiran kebangsaan Indonesia, termasuk keberadaan situs sejarah seperti Candi Jago yang disebut turut menginspirasi lahirnya gagasan kebangsaan.

"Pesantren harus menjadi ruang pengajaran sekaligus pengamalan Pancasila secara nyata dalam kehidupan sehari-hari," tutur Gus Thoriq.

Laporan: Romadhon/Malang Raya