Menengok Ragam Tradisi Unik Menyambut Tahun Baru Islam di Indonesia

Pawai obor menyambut tahun baru Islam
Sumber :
  • Viva.co.id

Surabaya, VIVA Jatim – Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, dikenal kaya akan tradisi dan budaya. Salah satu kekayaan dari transisi dan budaya Bumi Pertiwi ini terlibat pada saat menyambut Tahun Baru Islam di setiap tanggal 1 Muharram

img_title Menko Perekonomian Airlangga Akan Hadiri Lagi Tradisi Yaa Qowiyyu di Klaten

Ya, momen pergantian tahun versi kalender Hijriyah ini disambut dengan penuh meriah dan suka cita. Tak kalah meriah dengan menyambut tahun baru Masehi pada umumnya. 

Di kalangan masyarakat Jawa misalnya, awal Tahun Baru Islam ini dikenal dengan istilah malam Satu Suro. Istilah tersebut merujuk pada penyebutan bulan Muharram, yakni Asyura.

img_title Santri Babussalam Peringati Tahun Baru Islam Dengan Semangat Pancasila

Selain penamaan yang beragam, Indonesia mempunyai banyak tradisi acara peringatan tahun baru Islam yang sarat makna religius dan nilai-nilai budaya lokal. Akulturasi tersebut mencerminkan kekayaan budaya Nusantara. 

Dikutip dari VIVA, Senin, 8 Juli 2024, berikut ini ragam tradisi perayaan Tahun Baru Islam di Indonesia

img_title Bus Trans Jatim Kini Buka Layanan Ekspedisi, Tarif Rp2.500 per Kilogram

1. Pawai Obor

Pawai obor acap dilakukan setiap pergantian tahun baru Islam di berbagai wilayah. Diketahui kegiatan ini berasal dari Jakarta. Anak-anak hingga orang dewasa kompak berkeliling kampung sambil membawa obor dan melantunkan sholawat. Menciptakan suasana meriah dan penuh doa yang seolah menerangi malam Tahun Baru Islam dengan semangat dan keceriaan. 

2. Upacara Tabuik

Peringatan 1 Muharram di Pariaman, Sumatera Barat, diisi dengan kegiatan upacara Tabuik. Serupa dengan pawai obor, tradisi masyarakat Sumbar ini berupa arak-arakan patung Tabuik yang terbuat dari bambu, rotan, dan kertas. Makna upacara Tabuik adalah mengenang wafatnya Imam Husain (cucu Nabi Muhammad SAW) atas pengorbanannya sehingga harapannya dapat memperteguh keimanan. 

3. Grebeg Besar

Masyarakat Yogyakarta memeriahkan tahun baru Hijriah dengan tradisi grebeg besar. Nasi gudeg diarak dari Keraton Yogyakarta ke Masjid Besar Yogyakarta kemudian dibagikan kepada masyarakat. Grebeg besar merupakan ungkapan rasa syukur atas panen yang berlimpah dan doa agar membuka pintu rezeki di tahun yang baru.

4. Ledug Suro

Tradisi Ledug Suro adalah proses menyambut tahun baru Islam yang berasal dari Magetan, Jawa Timur. Kegiatannya berupa membunyikan kentongan serta letusan mercon yang dipercaya sebagai bentuk tolak bala dan doa agar terhindar dari marabahaya di tahun baru.

Halaman Selanjutnya
img_title