Mengenal Akar Sejarah 5 Tradisi Natal, dari Kereta Santa hingga Kaos Kaki

Pohon Natal
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim – Umat Kristiani di seluruh dunia tengah memperingati Hari Raya Natal 2024. Momen ini menjadi kesempatan baik untuk menebar cinta kasih dan kedamaian bagi sesama. Perayaan ini pun identik dengan aneka tradisi unik. 

img_title Bus Trans Jatim Kini Buka Layanan Ekspedisi, Tarif Rp2.500 per Kilogram

Di antara beberapa tradisi unik itu adalah gemerlap lampu, pohon Natal, kado dan lain sebagainya. Kesemua itu memiliki akar sejarah yang panjang hingga bertahan sampai saat ini. 

Dikutip dari VIVA, Rabu, 25 Desember 2024. Berikut ini 5 tradisi Natal yang memiliki akar sejarah panjang, bahkan berasal dari kebudayaan kuno.

img_title Wagub Emil Ikuti Lebaran Ketupat di Durenan Trenggalek H+7 yang Sudah 2 Abad

1. Mistletoe

Mistletoe atau tanaman semi-parasit dan bisa disebut juga tanaman benalu sering diasosiasikan dengan ciuman romantis saat Natal. Namun, tradisi ini ternyata berasal dari ritual bangsa Druid di Eropa kuno. Mereka percaya bahwa mistletoe memiliki kekuatan ajaib untuk membawa kedamaian dan kesuburan.

img_title Tradisi Kupatan Durenan Trenggalek, Satu Rumah Bisa Siapkan 5 Kg Siap Masak Ketupat

Dalam mitologi Nordik, tanaman ini juga muncul sebagai simbol cinta setelah digunakan oleh dewi Frigg untuk menyelamatkan putranya, Balder. Di era Victoria, kebiasaan berciuman di bawah mistletoe mulai populer dan menjadi tradisi romantis saat Natal.

2. Pohon Natal

Pohon Natal yang berdiri megah di ruang tamu kita ternyata berasal dari tradisi pagan kuno. Bangsa Romawi menggunakan ranting hijau untuk merayakan festival Saturnalia, sementara masyarakat Jerman di abad pertengahan menghiasi pohon cemara sebagai simbol kehidupan abadi. 

Pada abad ke-16, Martin Luther dikisahkan membawa pohon yang dihiasi lilin ke dalam rumahnya untuk menggambarkan keindahan bintang di langit malam. Tradisi ini kemudian menyebar ke seluruh dunia.

3. Kereta Santa

Bayangan Santa Claus yang terbang dengan keretanya ternyata dipengaruhi oleh mitologi Nordik. Dewa Odin dikisahkan menunggangi kuda berkaki delapan bernama Sleipnir dan terbang melintasi langit di musim dingin.

Anak-anak pada masa itu meninggalkan makanan untuk Sleipnir, dan Odin akan membalasnya dengan hadiah. Kisah ini berevolusi menjadi legenda Santa dengan kereta dan rusa yang kita kenal sekarang.

4. Bungkus Kado

Meski terlihat sangat modern, tradisi membungkus kado ternyata berakar dari budaya Jepang kuno yang menggunakan kain bernama furoshiki untuk membungkus hadiah dengan indah dan penuh makna. Di Barat, tren kertas kado mulai populer pada awal abad ke-20 ketika toko Hallmark kehabisan kertas tisu dan mulai menjual kertas dekoratif sebagai alternatif.

Halaman Selanjutnya
img_title