Gresik Perkuat Budidaya Kambing dan Domba, Populasi Ternak Capai 192 Ribu Ekor

Pembukaan Gresik Krawu Enak.
Sumber :
  • Tofan Bram Kumara

Gresik, VIVA Jatim-Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat pengembangan budidaya kambing dan domba sebagai salah satu sektor peternakan unggulan daerah. Tidak hanya meningkatkan populasi ternak, Pemkab Gresik juga mendorong peternak mengembangkan usaha berbasis hilirisasi agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

img_title Janjikan Lolos PPPK, Oknum Staf PMD Gresik Ditetapkan Tersangka oleh Polisi

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, saat membuka kegiatan Gresik Krawu Enak (Kerja Berbasis Wirausaha Peternakan) bertema Hilirisasi Produk Peternakan Kambing Domba di Ruang Rapat Oryza Sativa, Kantor Dinas Pertanian Gresik.

Menurut Washil, budidaya kambing dan domba memiliki prospek besar karena didukung populasi ternak yang cukup tinggi. Saat ini jumlah kambing dan domba di Kabupaten Gresik mencapai sekitar 192 ribu ekor, sehingga menjadi modal penting dalam membangun ekosistem peternakan yang produktif dan berkelanjutan.

img_title Selama 9 Hari Gerakkan Ekonomi Lokal, Transaksi Petronite Fest 2026 Capai Rp14,4 miliar

“Hilirisasi ini penting agar peternak kita naik kelas. Kambing dan domba tidak hanya berhenti dijual dalam bentuk ternak hidup, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar lebih luas,” katanya.

Ia menjelaskan, pengembangan budidaya ternak harus dibangun secara menyeluruh mulai dari pembibitan, manajemen pemeliharaan, penyediaan pakan, hingga pengolahan hasil ternak dan pemasaran produk.

img_title Judi Online Seret Sopir Truk di Gresik, Jual Aki Kendaraan lalu Buat Laporan Palsu

Menurutnya, potensi ekonomi dari peternakan kambing dan domba sangat besar karena hampir seluruh bagian ternak dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai jual.

“Potensinya sangat besar. Daging bisa diolah menjadi berbagai produk makanan, susu dapat dikembangkan menjadi produk olahan, kulit menjadi bahan kerajinan, sementara limbah ternak dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomi,” ujar Washil.

Berbagai produk turunan yang dapat dikembangkan dari hasil budidaya kambing dan domba antara lain susu kambing pasteurisasi, yogurt, keju, abon, bakso, sosis, nugget, rendang siap saji, hingga produk nonpangan berupa kerajinan kulit serta pemanfaatan tanduk dan tulang ternak.

Selain memperkuat budidaya, Pemkab Gresik juga mendorong peternak meningkatkan kualitas produk melalui pengemasan yang lebih menarik, penguatan merek usaha, sertifikasi halal, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pemasaran.

“Produk yang baik harus didukung dengan cara pemasaran yang baik. Pemanfaatan marketplace dan platform digital menjadi peluang agar produk peternakan Gresik dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” jelas Washil.

Halaman Selanjutnya
img_title