Kopdarcab III Driver Ambulans Digelar di Gresik, Perkuat Jaringan Kemanusiaan

Mobil Ambulans berjejer dalam Kopdarcab III Driver Ambulans.
Sumber :
  • Tofan Bram Kumara

Gresik, VIVA Jatim-Sebanyak 250 pengemudi ambulans dari berbagai daerah di Jawa, Madura, dan Bali berkumpul di Gelora Joko Samudro, Gresik, Minggu, 1 November 2026. Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas dan meningkatkan kemampuan pengemudi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

img_title Dalang Cilik Gresik Wakili Jatim di Festival Nasional 2026, Harapkan Dukungan Pemkab

Kegiatan bertajuk Kopi Darat Cabang (Kopdarcab) III Paguyuban Driver Ambulance Jawa-Madura-Bali itu mengusung tema Dari Giri untuk Negeri. Agenda tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan hari jadi ke-8 paguyuban.

Dewan Pembina Paguyuban Driver Ambulance Jawa-Madura-Bali, Ilham Dwi Cahyono mengatakan, Gresik dipercaya menjadi tuan rumah setelah dua kegiatan sebelumnya digelar di Probolinggo dan Banyuwangi.

img_title Bidik Porprov Jatim, KSMI Gresik Siapkan Kompetisi Mini Soccer

"Tujuan utama kegiatan ini untuk menjalin silaturahmi dan memperkuat solidaritas teman-teman driver ambulans Jawa, Madura, dan Bali. Kebetulan tahun ini Gresik menjadi tuan rumah," ungkapnya.

Peserta datang dari berbagai daerah, mulai Klaten, Jakarta, Blitar, Situbondo, Pasuruan, Madiun, Mojokerto hingga Pamekasan. Bahkan, sejumlah pengemudi menempuh perjalanan dari Bali untuk mengikuti pertemuan tersebut.

img_title Ungkap 7 Kasus Curanmor, Polres Gresik Kembalikan Motor Korban

Ratusan peserta tampak mengenakan seragam merah dan hitam. Mereka juga membawa berbagai jenis kendaraan ambulans dengan karakteristik berbeda, mulai ambulans lawas berwarna hijau hingga kendaraan berwarna merah dan putih.

Menurut Ilham, Kopdarcab merupakan agenda rutin yang dijadwalkan berlangsung setiap dua tahun sekali. Selain mempererat hubungan antarpengemudi, kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi pengetahuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan ambulans.

Sejumlah agenda edukatif disiapkan dalam pertemuan tersebut. Di antaranya edukasi keselamatan berkendara atau safety driving dari Polres Gresik serta pembekalan penanganan kegawatdaruratan yang disampaikan tenaga kesehatan.

Rangkaian acara juga diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur dan pemberian santunan kepada anak yatim piatu.

"Kami ingin teman-teman driver terus mendapatkan tambahan ilmu. Ada materi dari kepolisian mengenai keselamatan berkendara dan dari tenaga kesehatan terkait penanganan kegawatdaruratan," jelasnya.

Ilham menjelaskan, keanggotaan paguyuban tidak terbatas pada pengemudi ambulans dari institusi tertentu. Jaringan tersebut mencakup pengemudi ambulans rumah sakit, yayasan, puskesmas, hingga pengelola ambulans mandiri.

Sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Ibnu Sina dan RS Semen, juga menjadi bagian dari jaringan paguyuban tersebut.

Keberadaan jejaring lintas daerah ini dinilai penting untuk mendukung kelancaran pelayanan kemanusiaan, terutama ketika pengemudi menghadapi kendala selama perjalanan. Misalnya, saat mengantar pasien rujukan ke luar kota dan membutuhkan tambahan oksigen, pengemudi dapat menghubungi anggota paguyuban di wilayah terdekat.

Bantuan serupa juga dapat diminta ketika kendaraan mengalami gangguan teknis di perjalanan.

"Misalnya ketika sedang mengantar pasien rujukan ke luar kota dan persediaan oksigen membutuhkan tambahan, driver dapat menghubungi rekan paguyuban di wilayah terdekat. Begitu pula ketika kendaraan mengalami gangguan mesin di perjalanan," terangnya.

Selain mengandalkan solidaritas antarpengemudi, paguyuban juga mendapat dukungan sejumlah lembaga sosial, di antaranya Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) dan Nurul Hayat. Kedua yayasan tersebut memiliki program kuota layanan ambulans gratis bagi anak yatim piatu dan lanjut usia.

Di sisi lain, Ilham berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memberikan prioritas kepada ambulans yang sedang menjalankan tugas di jalan raya.

Menurutnya, masih terdapat pengguna jalan yang belum memberikan jalan ketika ambulans melintas menggunakan sirene dan lampu isyarat, baik saat mengantar pasien dalam kondisi darurat maupun membawa jenazah.

"Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa ambulans yang menggunakan sirene dan lampu isyarat sedang menjalankan tugas. Mohon diberikan jalan agar proses evakuasi maupun pelayanan pasien bisa berjalan lancar," ujar Ilham.