Demi Majukan Pesantren, Khofifah Luncurkan OPOP Academy Go Nusantara
- Nur Faishal/Viva Jatim
Khofifah optimis OPOP Academy Go Nusantara ini dapat mendorong perekonomian pesantren melalui alat dan penguatan yang tepat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Bagaimana pendakwah tidak hanya menyampaikan dakwah bil lisan tetapi juga memberikan penguatan untuk _pesantrenpreneur_, _santripreneur_, dan _sosiopreneur_. Kolaborasi ini memberikan tools supaya kewirausahaannya bisa mandiri, masyarakatnya bisa sejahtera," sebutnya.
"Kelak ini akan menjadi program peluang pasar kerja, pengentasan kemiskinan secara efektif dan menumbuhkan masyarakat yang kuat ekonominya secara masif," tutupnya.
Sementara itu, Ketua OPOP Jatim yang juga menjabat Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, mengatakan OPOP Academy Go Nusantara merupakan kolaborasi OPOP Jawa Timur dengan PT. Gojek Tokopedia (GoTo) dalam bentuk pelatihan kewirausahaan.
Tujuannya, melahirkan wirausaha baru berbasis pesantren, pelaku UMKM alumni pesantren, mitra Gojek dan masyarakat umum yang memiliki usaha.
"Kegiatan ini adalah pembuka rangkaian pelatihan kewirausahaan yang akan dilaksanakan 1 tahun kedepan. Rencananya ada 4 batch pelatihan yang dilaksanakan online maupun offline dengan target 1.000 orang peserta," jelasnya.
"Lewat pelatihan kita harapkan akan meningkatkan kemampuan digital sehingfa cakupan pasar OPOP bisa lebih luas," imbuhnya.
Lepas Ekspor Produk OPOP ke Malaysia
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga melepas ekspor perdana produk kopi berupa minuman kaleng besutan Koperasi Ponpes An Nur 2 Al Murtadlo Malang berkolaborasi dengan CV Kapiten Nusantara ke Malaysia. Dengan total ekspor setahun sebanyak 504 ribu pcs, dan nilai kontrak sebesar Rp. 10,08 miliar. Dimana, pengirimannya akan dilakukan secara bertahap.
"Allhamdulillah hari ini kita melepas produk kopi hasil program OPOP Ponpes An Nur 2 Al Murtadlo Malang. Tentu ini akan meningkatkan semangat agar produk OPOP bisa tembus pasar internasional. Semoga produk OPOP yang kita lepas ekspor ini bisa diikuti pesantren lain di Jatim," ungkapnya.
Secara khusus, Gubernur Khofifah juga mengapresiasi proses hilirisasi menuju ekspor produk olahan kopi ini. Sebab, seluruh proses dilakukan dengan baik mulai dari membeli biji kopi hingga pada pengolahan dan menjadi minuman siap minum.