Penipu Ngaku Ajudan Camat yang Gendam Pengusaha Ketering di Mojokerto Ditangkap

Penipu yang ngaku ajudan camat di Mojokerto
Sumber :
  • Viva Jatim/Luthfi Hermansyah

Mojokerto, VIVA Jatim – Pelaku penipuan pengusaha ketering di Mojokerto dengan modus gendam ditangkap polisi. Dalam melancarkan aksinya, pelaku mengaku sebagai ajudan camat

Operasi Tumpas di Mojokerto Amankan 20 Tersangka Pengedar Narkoba

Pelaku yakni Sutar Ariyanto (63) alias Restu warga Dusun Ngingas Barat, Desa/Kecamatan Krian, Sidoarjo. Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan pengadaan barang hasil kejahatan Restu. 

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Imam Mujali menjelaskan, Restu diringkus tim Jatanras Unit I Tipidum Satreskrim Polres Mojokerto di sebuah kos wilayah Kota Mojokerto pada 21 Desember 2023 sekitar pukul 01.00 WIB. 

Kades di Jombang Tipu Warga Mojokerto Ratusan Juta Divonis 3 Tahun Bui

“Berselang 3 jam kemudian petugas berhasil mengamankan penadah beserta barang bukti berupa kendaraan bermotor di rumahnya,” katanya kepada VIVA Jatim, Kamis, 28 Desember 2023. 

Penadah yakni Supriyanto alias Kampret warga Dusun/Desa Sumbergede, Kecamatan Wringinanom, Gresik. Restu dan Kampret diamankan karena menggendam Nyamiati dan Ratnawati, para pengusaha katering yang merupakan warga Desa Sumbertebu, Bangsal, Mojokerto.

Berkontribusi Bantu Tugas Kepolisian, 7 Warga Diganjar Penghargaan Kapolres Mojokerto

Awalnya, Sutar mendatangi warung Bunda di sebelah warung es degan milik Nyamiati pada Selasa (19/12) sekitar pukul 08.00 WIB. Pelaku memakai seragam PNS dan mengaku ajudan Camat Bangsal. Sutar berpura-pura memesan 80 nasi kotak untuk KKN mahasiswa di Desa Ngastemi, Bangsal.

"Pelaku mengaku bernama Arifin sebagai ajudan Camat Bangsal," terangnya.

Saat itu, Sutar berlagak tidak berminat dengan nasi kotak buatan warung Bunda. Sehingga Nyamiati mendekatinya untuk menawarkan nasi kotak buatan saudarinya, Ratnawati. Dari situlah pelaku dan korban bertukar nomor WhatsApp.

Di hari yang sama, kata Imam, Sutar mengajak Nyamiati dan Ratnawati bertemu di Balai Desa Ngastemi sekitar pukul 18.00 WIB. Tanpa sadar di tengah perbincangan soal pesanan nasi kotak itu kedua wanita itu digendam pelaku.

Kedua korban hanya diam saja saat ponsel dan KTP mereka diminta pelaku," ungkapnya.

Tidak hanya itu, lanjut Imam, Sutar juga meminta kunci sepeda motor Honda Scoopy warna biru nopol N 3315 ECZ milik Nyamiati. Pelaku berdalih meminjam motor matik itu untuk fotokopi KTP. Sehingga 2 ponsel, 1 sepeda motor, serta 2 KTP korban dibawa kabur oleh pelaku.

"Setelah beberapa lama pelaku tak kembali akhirnya korban sadar kalau mengalami penipuan. Kemudian mereka melapor ke Polres Mojokerto," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Sutar kini harus mendekam di Rutan Polres Mojokerto. Pelaku diduga kuat beraksi di sejumlah kecamatan lain. Sasaran gendamnya adalah para pengusaha katering.

"Saat ini masih kami lakukan pengembangan ke beberapa TKP lainnya," tutum Imam.