Kisah Adit Putus Sekolah karena Rawat Ayah dan Ibunya yang Stroke bikin Mas Dhito Tergerak

Adit dan orang tuanya saat dikunjungi Pemkab Kediri.
Sumber :
  • Prokopim Pemkab Kediri

Kediri, VIVA Jatim – Kisah bocah bernama Aditya Daiva Ardhani yang terpaksa putus sekolah karena merawat kedua orang tuanya yang stroke membuat Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito terpanggil. Ia pun menerjunkan empat organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu Adit dan keluarganya.

img_title Pesan Penting Mas Dhito saat Jadi Inspektur Upacara HUT RI ke-81 di Kediri

Adit adalah bocah berusia 13 tahun. Sehari-hari ia dan ayah serta ibunya, Priyanto (48 tahun) dan Samini (39 tahun), tinggal di sebuah rumah di Dusun Kuningan, Desa Tiru Kidul, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Karena kedua orang tuanya stroke, bocah Kelas VII SMP itu pun tak melanjutkan sekolah. 

Semula, keluarga Adit tidak terdeteksi karena sebelumnya mereka tinggal di Kabupaten Blitar. Cerita hidupnya kemudian viral di media sosial setelah videonya saat merawat kedua orang tuanya yang stroke terunggah di medsos. Cerita hidupnya kemudian diketahui oleh Bupati Mas Dhito dan ia tergerak untuk membantu Adit dan keluarganya.

img_title Mas Dhito Tata Ulang Perangkat Daerah Kabupaten Kediri, OPD Baru Dibuat

Ada empat OPD digerakkan Mas Dhito untuk membantu Adit. Yakni Dinas Pendidikan, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. Mas Dhito ingin segala kebutuhan Adit dan keluarganya bisa terpenuhi, terutama soal pendidikannya.

"Kami menindaklanjuti apa yang diperintahkan oleh Mas Bup (Mas Dhito), pertama kita memastikan keberadaan warga kami. Sebab keluarga ini (status kependudukannya) masih tercatat di Blitar," kata Camat Gurah, Moch Imron saat mengunjungi rumah Adit, Senin, 13 Mei 2024.

img_title Buka Acara LBB, Mas Dhito Sampaikan Dua Pesan Penting untuk para Siswa

Setelah dilakukan peninjauan lapangan, Adit beserta keluarga menginginkan pindah kependudukan menjadi Warga Kabupaten Kediri sekaligus pindah di SMPN Plosoklaten 1, sekolah terdekat dari rumah yang ditempati saat ini. 

Menanggapi keinginan Adit, Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Fadeli, berupaya mengurus perpindahan Adit agar bisa kembali menempuh pendidikan di sekolah yang diinginkan. Tak berhenti di situ, ke depan Dinas Pendidikan berupaya memfasilitasi sekolah Adit. 

"Dinas Pendidikan memastikan mutasi anak tersebut (Adit) dari SMPN 2 Blitar ke SMPN 1 Plosoklaten. Sementara perihal beasiswa, kita usulkan melalui Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA)," ujar Fadeli.

Dalam kunjungan pagi itu, diketahui kondisi rumah yang ditempati Adit bersama kedua orang tuanya kurang layak. Meski bangunannya sudah permanen, sebagian rumahnya tanpa atap, dan beberapa ruang mengalami kerusakan. 

Halaman Selanjutnya
img_title