Terima Kasih, Pejuang SAR
- Ahaddiini HM/VIVA Jatim
Sidoarjo, VIVA Jatim – "Tempat sederhana ini tempat istirahat kami, tim Basarnas Surabaya, selama 9 hari operasi SAR Al Khoziny. Saatnya kami kembali ke keluarga."
Kalimat sepanjang satu paragraf itu ditulis anggota Kantor SAR Surabaya yang bertugas di bagian kehumasan, Tholeb, dan terunggah di status WhatsApp-nya.
Satu foto yang memperlihatkan beberapa personel SAR dengan seragam lengkap berwarma oranye berdiri di bawah atap seperti halte. Atau mungkin tempat parkir kecil. Lokasinya di dekat lintasan rel kereta api.
Kiranya, tempat itu jadi tempat istirahat personel SAR ketika sudah kecapekan setelah berjam-jam melaksanakan operasi SAR di lokasi ambruknya bangunan musala Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo.
Tholeb juga mengunggah video personel yang tidur di tempat parkir tersebut. Momennya ketika kereta api lewat. Mungkin saking capeknya, personel SAR yang tidur tak terbangun kendati getaran dan suara kereta api memekakkan telinga.
Personel Kantor SAR Surabaya tergerak datang ke lokasi tak lama setelah menerima informasi ambruknya bangunan empat lantai di kompleks asrama putra Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, pada Senin, 29 September 2025, sekitar pukul 15.35 WIB.
Saat itu, ratusan santri melaksanakan salat Asar berjemaah. Sementara di lantai paling atas beberapa pekerja melakukan pengecoran. Bangunan itu memang belum sepenuhnya selesai, tapi di lantai dasar sudah berlantai keramik dan digunakan sebagai musala.
Salat berjemaah sampai rakaat kedua, tiba-tiba material bangunan berjatuhan dari atas. Beberapa detik kemudian, suara gemuruh menyusul, berseiring dengan runtuhnya seluruh material bangunan dari lantai 4, 3 dan 2.
Ratusan santri yang tengah salat berjemaah tak punya waktu untuk keluar. Mereka semua terjebak material reruntuhan. Seratusan santri berhasil keluar melewati celah-celah reruntuhan. Sementara puluhan santri terjebak, kebanyakan karena tubuh mereka tertimpa material yang terbuat dari beton.
Tim SAR gabungan pun langsung bergerak. Tak hanya personel dari Kantor SAR Surabaya, tapi juga dari Kantor SAR Semarang, Yogyakarta, dan personel penyelamatan khusus dari Basarnas pusat juga didatangkan ke lokasi untuk melakukan penyelamatan korban secepat mungkin.
Unsur lain juga turun bergabung. Di antaranya dari BNPB, BPBD Jatim dan BPBD kabupaten/kota terdekat, Polri, TNI, relawan SAR, relawan dari berbagai ormas, beberapa perusahaan milik negara maupun swasta, dan lainnya. Semua bergandengan tangan agar banyak korban bisa diselamatkan.