Terima Kasih, Pejuang SAR

Tim SAR mengevakuasi santri di musala Ponpes Al Khoziny yang ambruk.
Sumber :
  • Ahaddiini HM/VIVA Jatim

Penyelamatan perlu dilakukan dengan cepat untuk mengejar golden time. Batas waktu 72 jam kekuatan manusia bertahan tanpa makanan, minuman, dan oksigen cukup saat terjebak di ruang sempit.

img_title Update Terbaru Kapal Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep

Masalahnya, material reruntuhan labil. Bila menggunakan alat berat, khawatir runtuh dan menimpa korban yang terjebak. Pencarian dan evakuasi manual pun dipilih. Tim khusus coba mencari akses masuk ke lokasi korban terjebak.

Mereka merayap di bawah celah beton yang sempit, memotong rintangan dengan alat seadanya, membuat lubang, dan semua cara apa pun yang bisa dilakukan agar bisa mengevakuasi korban.

img_title 234 Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar Dievakuasi, Berapa Masih Dicari?

Tim SAR berdoa di lokasi tragedi Ponpes Al Khoziny Buduran.

Photo :
  • Ahaddiini HM/VIVA Jatim

Tim SAR gabungan bekerja nonstop. Secara bergiliran. Satu tim istirahat, tim lainnya langsung ke lokasi melakukan operasi SAR. Targetnya mengevakuasi korban hidup sebanyak-banyaknya.

img_title Sebulan Lebih Hilang, Kapal Nelayan Entok Asal Lamongan Hingga Kini Belum Ditemukan

Setelah lewat golden time dan dipastikan tak ada tanda-tanda korban hidup, baru alat berat digunakan mengangkat material reruntuhan. Hasilnya, banyak ditemukan korban meninggal dunia yang tertimbun di bawah reruntuhan.

Operasi SAR tuntas setelah sembilan hari berjibaku dengan sulitnya medan. Selama itu tim SAR tak pulang. Mereka merelakan waktu bersama keluarga demi melaksanakan operasi penyelamatan. Operasi kemanusiaan.

Berdasarkan data terakhir yang disampaikan Basarnas, total korban dalam tragedi Ponpes Al Khoziny itu sebanyak 171 orang. Rinciannya, korban meninggal 67 orang (termasuk 8 body part). Dari jumlah itu, baru 34 jenazah yang teridentifikasi. Adapun korban selamat sebanyak 104 orang.

Ucapan terima kasih dan hormat kepada tim SAR pun terlontar dari banyak pihak. Dari pimpinan dan pejabat pemerintah, dari tokoh masyarakat, juga dari masyarakat luas.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Basarnas, BNPB, BPBD, Damkar, relawan," kata Ketua PCNU Sidoarjo KH Zainal Abidin, mewakili Ponpes Al Khoziny.

Keluarga besar, alumni, dan simpatisan Ponpes Al Khoziny juga menyampaikan apresiasi yang sama. Pun demikian pihak lain, terutama kalangan masyarakat pesantren. Apresiasi itu juga mereka siarkan secara luas melalui medsos

"Terima kasih yang tulus kepada semua pihak, khususnya tim SAR gabungan, pihak kepolisian, TNI, relawan, dan seluruh masyarakat yang telah mengerahkan tenaga dan dukungannya dalam evakuasi korban musibah musala Ponpes Al Khoziny."

Halaman Selanjutnya
img_title