Dari Kaki Gunung Anjasmara Berkembang Pisang Cavendish Moca
- M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim
Mojokerto, VIVA Jatim – Para penggemar buah-buahan mungkin tak asing lagi dengan pisang Cavendish Moca Anjasmara. Pisang ini banyak ditemukan di supermarket. Tapi mungkin sedikit yang tahu bahwa pisang dengan rasa yang unik itu dibidudayakan di perkebunan luas di kaki Gunung Anjasmara, tepatnya di Dusun/Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.
Pisang Cavendish Moca Anjasmara dibudidayakan oleh PT Haraka Kitri Endah. Lahan yang dikelola perusahaan tersebut seluas 350 hektare (ha). Lahan tersebut milik Perhutani. Haraka Kitri Endah hanya mengantongi Hak Guna Usaha (HGU).
Khusus untuk perkebunan pisang seluas 15-20 ha. Berbagai jenis bibit pisang dikembangkan di lahan ini, termasuk pisang lokal seperti Ambon Kuning, Barangan Merah, Gepok Merah dan Maskirana. Penjualan bibit pisang Cavendish Moca Asmara seringkali bergantung pada pesanan.
Sedangkan lahan khusus pembibitan pisang Cavendish seluas 10 ha. Saat VIVA Jatim berkesempatan berkeliling di perkebunan tersebut pada Jumat, 17 Oktober 2025, terlihat perkebunan ini dipenuhi oleh banyak pohon pisang, baik yang sedang berbuah yang ditutup plastik biru, atau berupa bibit dalam polybag.
Tidak hanya itu, di tempat ini juga banyak tenaga kerja bekerja giat. Sebagian pekerja terlihat melakukan proses produksi bibit pisang unggul yang tahan penyakit dan punya produktivitas panen yang cukup tinggi.
Teknisi Lapangan PT Haraka Kitri Endah, Taufikurahman, menjelaskan, nama Moca disematkan sebagai akronim dari Mojokerto Cavendish. Ditambahkan nama Anjasmara karena karena lokasi penanamanan pisang asal Amerika itu berada di kaki Gunung Anjasmara. “[Nama pisang Cavendish Moca Anjasmara] sudah dipatenkan di Kementrian Pertanian,” katanya.
Taufik mengungkapkan, pisang Cavendish mulai dibudidayakan di lahannya pada tahun 1992. Seiring berjalannya waktu, ditemukan satu pisang yang memiliki rasa lebih manis serta teksturnya padat dan lembut alias punel. Itu berbeda dari Cavendish lainnya.
Dari satu pisang yang rasanya unik itu kemudian dikembangkan. “Ada satu yang bagus itu kita sisihkan untuk dikembangkan hingga kemudian diberi nama Moca Anjasmara. Tahun 2002 mulai kita kembangkan,” ujar Taufik.
Taufik menambahkan, proses produksi pisang Cavendish diawali dari tunas yang diambil dari pohon induk. Tunas tersebut kemudian disterilkan dan diproses secara kultur jaringan di laboratorium untuk menghasilkan bibit yang steril dan bebas penyakit. Proses aklimatisasi ini butuh waktu sekitar 6 bulan.